mployee logo
Excited group of young executives isolated over a white background; Shutterstock ID 40898428

Cara Menjawab “Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami?”

Cara Menjawab “Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami?” – Pertanyaan tersebut pasti ditanyakan pada saat wawancara kerja. Tapi, apakah kalian sudah tahu cara menjawabnya agar perekrut semakin yakin untuk menerima lamaran kerja kalian? Artikel berikut akan membantu kalian dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Maksud dari “Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?”

Pertanyaan alasan ingin bekerja di perusahaan yang dilamar umum ditanyakan pada saat wawancara. Hal ini dikarenakan pertanyaan tersebut merupakan salah satu pertanyan kunci dalam wawancara kerja. Jawaban dari pertanyaan tersebut mendorong perekrut untuk mempertimbangkan apakah kandidat tepat untuk pekerjaan yang dilamar atau tidak.

Meskipun umum, kalian perlu mengetahui alasan yang lebih rinci dari pertanyaan tersebut. Hal tersebut dilakukan agar memiliki gambaran arah wawancara dari pertanyaan tersebut. Untuk itu, memahami maksud pertanyaan tersebut dari sudut pandang rekruter merupakan hal yang penting untuk dipelajari

Melalui pertanyaan “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?”, berikut beberapa hal yang diinginkan oleh rekruter.

a. Memastikan kandidat betul-betul akan bekerja dengan baik jika diterima

Perekrut bertanya “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?” karena ingin mengetahui dan memastikan keseriusan kandidat sebelum lamaran kerja diterima. Poin ini merupakan poin utama karena pada akhirnya tujuan dari wawancara kerja adalah untuk mencari kandidat yang paling serius dan dapat dipercaya dalam melaksanakan pekerjaannya.

Proses perekrutan pegawai baru biasanya memakan waktu. Berdasarkan situasi tersebut, dapat dibayangkan perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang tepat dengan segera. Sehingga kandidat diharapkan sudah tahu akan hal tersebut dan ikut melancarkan proses perekrutan dengan meyakinkan bahwa dirinya adalah kandidat terbaik dan paling tepat untuk perusahaan.

b. Memastikan kandidat betul-betul tertarik dengan pekerjaan yang dilamar

Perekrut juga berharap mendapatkan kesan bahwa kandidat betul-betul memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan yang dilamar. Antusiasme kandidat dalam pekerjaan yang dilamar penting untuk ditunjukkan. Jika kandidat betul-betul tertarik dengan pekerjaan tersebut, pastikan agar perekrut menangkap antusiasme tersebut.

Masih dengan pertimbangan yang sama dengan poin sebelumnya tentang waktu yang dihabiskan perusahaan untuk proses perekrutan pegawai baru. Perekrut berharap agar proses perekrutan berjalan dengan lancar dan segera mendapatkan kandidat yang paling sesuai dengan kriteria yang dicari. Sehingga dalam wawancara kerja, perekrut berharap menemukan kandidat yang betul-betul menunjukkan ketertarikannya terhadap pekerjaan yang dilamar.

c. Mempelajari bagaimana posisi yang dilamar kandidat sejalan dengan tujuan karir

Sudut pandang perekrut yang mungkin jarang ditangkap oleh kandidat adalah perekrut juga ingin mempelajari pada saat wawancara kerja bagaimana posisi yang dilamar kandidat sejalan dengan tujuan karir. Ketika perekrut mengetahui tujuan karir kandidat, memahami karir yang diharapkan kandidat, perekrut akan melihat apakah kandidat dapat memenuhi tujuan karirnya di perusahan tersebut.

Jika kandidat diterima dan tujuan karirnya terwujud secara berkala di perusahaan tersebut, maka loyalitas pegawai di perusahaan tersebut terjamin. Loyalitas diharapkan oleh perusahaan karena perusahaan ingin agar kondisi internal perusahaan selalu aman dan terkendali. Sebab jika kondisi internal aman, maka kondisi eksternal perusahaan juga akan terkendali.

Untuk menjamin loyalitas pegawai, perusahaan harus mengusahakan hal-hal yang dapat mendorong kualitas pegawai. Selanjutnya juga meningkatkan kinerja pegawai dengan memenuhi kebutuhannya dan menjamin kesejahteraannya. Oleh sebab perusahaan memiliki harapan mempekerjakan pegawai yang bagus untuk jangka waktu yang panjang, perekrut juga berusaha melihat nasib jangka panjang kandidat melalui proses wawancara.

d. Mengetahui seberapa paham kandidat akan profil perusahaan, posisi yang dilamar, dan bidang pekerjaan

Ketika kandidat dapat menyampaikan pengetahuannya tentang profil perusahaan, posisi yang dilamar, dan bidang pekerjaannya pada saat wawancara kerja, perekrut melihat hal itu sebagai upaya yang baik dan mengesankan. Perekrut melihat bahwa kandidat tersebut sudah berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. 

Informasi yang disampaikan tentu bukan dilakukan dengan cara menghafal visi dan misi perusahaan. Selain itu, tidak juga dilakukan dengan menyebutkan informasi yang tidak perlu disampaikan. Melainkan mengelaborasikan informasi yang didapat agar sesuai dan tepat dengan situasi wawancara.

e. Memahami prioritas dan preferensi kandidat

Melalui pertanyaan alasan kandidat ingin bekerja di perusahaan yang dilamar, perekrut bisa melihat prioritas dan preferensi kandidat. Prioritas di sini adalah melihat bagaimana kandidat melihat pekerjaan yang akan dihadapinya apabila diterima. Hal ini dilakukan misalnya untuk melihat apakah kandidat tersebut termasuk jenis orang yang mengorbankan seluruh waktunya demi pekerjaan, jenis orang yang dapat menyeimbangkan antara kehidupan profesional dan pribadi, dan lain sebagainya.

Sedangkan preferensi kandidat yang ingin dilihat oleh perekrut adalah aspek mana dari perusahaan yang menarik bagi kandidat beserta alasannya. Preferensi ini juga menjadi catatan bagi perekrut untuk melihat daya tarik apa yang dimiliki oleh perusahaan dan ditangkap dengan baik oleh kandidat.

3 Tipe Jawaban yang Diharapkan

Setelah memahami maksud perekrut dari pertanyaan alasan ingin bekerja di perusahaan yang dilamar, selanjutnya dijelaskan tipe-tipe jawaban yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dan dipraktikkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Penjelasan berikut berfungsi untuk memberikan gambaran topik apa saja yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan tersebut.

1. Memiliki Pengetahuan tentang Perusahaan

Perekrut pasti menghargai kandidat yang mempersiapkan dirinya dengan baik untuk wawancara kerja. Upaya tersebut dapat dinilai ketika kandidat mampu menyampaikan informasi tentang perusahaan yang sudah dipelajarinya sebelum wawancara dengan bijak. Sebab sekalipun sudah melakukan riset tentang perusahaan, tidak semua informasi yang didapat dapat disampaikan saat wawancara.

Adapun cara menggali informasi tentang perusahaan yang benar dapat dilakukan dengan setidaknya tiga cara.

a. Situs web perusahaan

Situs web perusahaan yang baik adalah situs yang memberikan informasi lengkap tentang perusahaannya. Mulai dari profil, visi dan misi, struktur organisasi, pers rilis, lowongan pekerjaan, kegiatan perusahaan, capaian perusahaan, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang perusahaan dan berita terbaru, dapat mengunjungi halaman ‘Tentang Kami’ atau ‘About Us’ dan pers rilis.

b. Liputan media

Apabila situs web sudah cukup memberikan informasi tentang perusahaan ataupun tidak, gali lebih banyak informasi melalui situs pencarian seperti Google. Cari artikel terbaru tentang perusahaan di media arus utama dan publikasi. Sebab artikel-artikel tersebut biasanya dapat menyediakan informasi yang berguna tidak hanya tentang perusahaan.

Selain itu, artikel-artikel juga menyediakan informasi tentang tren terbaru di industri terkait. Salah satu cara menyikapi informasinya adalah membandingkan perusahaan yang dilamar dengan perusahaan kompetitor yang informasinya didapat dari artikel terebut. Informasi inilah yang dapat dibawakan oleh kandidat pada saat wawancara untuk menjawab pertanyaan tersebut.

c. Berjejaring

Hubungi kenalan yang berkaitan dan dirasa dapat membantu memberikan informasi tentang perusahaan yang dilamar. Kenalan yang dimaksud bisa terdiri dari kolega di perkuliahan, kolega di pekerjaan sebelumnya, profesor, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan perusahaan.

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mencari kontak pegawai perusahaan melalui LinkedIn. Pencarian di LinkedIn dapat menunjukkan dengan instan siapa yang dikenali dari perusahaan yang dilamar. Misalnya dengan mencantumkan institusi pendidikan di profil LinkedIn.

Jika ada alumni dari institusi yang sama, LinkedIn akan memberikan keterangan siapa dan berapa alumni yang bekerja di perusahan tersebut. Dengan begitu, dapat memudahkan untuk mengetahui siapa yang dapat dihubungi untuk memberikan informasi tentang perusahaan. Sebab akan terasa lebih aneh untuk menghubungi orang yang benar-benar tidak dikenal untuk bertanya tentang perusahaan tempatnya bekerja dikarenakan belum adanya rasa percaya yang selaras.

Untuk dapat memahami cara menjawab pertanyaan, perhatikan contoh skenario menjawab “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?” berikut.

“Sebelum saya melamar di perusahaan A, saya sudah mencari informasi melalui profil dan latar belakang perusahaan di situs web. Dari situs web perusahaan, saya mempelajari banyak hal. Sebagai salah satu perusahaan yang berkembang saya ingin sekali turut serta di dalamnya. Sehingga saya secara dapat mengembangkan kemampuan saya secara pribadi dan perusahaan juga turut bisa berkembang.”

Pelajaran dari skenario di atas:

Skenario tersebut menginformasikan bahwa kandidat sudah mencari tahu profil perusahaan melalui situs web. Artinya, kandidat sudah siap untuk mengembangkan diri dan berkontribusi untuk perusahaan. Terutama setelah menggali informasi tentang perusahaan. Hal ini dapat meyakinkan perekrut untuk mempertimbangkan kandidat tersebut.

2. Menunjukkan Antusiasme dalam Bekerja

Perekrut dapat membaca jika kandidat benar-benar antusias dalam melamar pekerjaan dan dengan pekerjaan itu sendiri. Ketika dipanggil untuk maju ke tahap wawancara itu sendiri, berarti kandidat sudah memiliki kapabilitas yang sesuai dengan kriteria yang dicari. Selain menegaskan kemampuan dan pengalaman yang berkaitan dengan bidang pekerjaan, tunjukkan antusiasme dengan menunjukkan perilaku positif terhadap tugas-tugas yang diberikan. 

Untuk dapat memahami cara menjawab pertanyaan, perhatikan contoh skenario menjawab “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?” berikut.

“Pekerjaan ini sesuai dengan minat dan bakat saya. Dan saya yakin pada saat saya bekerja nanti, saya mampu mengembangkan diri dan juga perusahaan.”

Pelajaran dari skenario di atas:

Skenario tersebut mengartikan kandidat yakin bahwa pekerjaan tersebut sesuai dengan minatnya. Dengan menunjukkan antusiasme terhadap pekerjaan, perekrut akan mempertimbangkan lamaran tersebut. Hal ini dikarenakan ketika pegawai antusias terhadap pekerjaannya, mereka cenderung lebih bersemangat dalam menantang dirinya dan tidak mengalami kendala dalam memotivasti dirinya sendiri agar lebih baik dari waktu ke waktu.

Kemudian menurut sudut pandang perekrut, kandidat yang menunjukkan antusiasme dalam pekerjaannya dianggap cukup adaptif dan mampu berkembang di perusahaan tersebut sehingga dapat memberikan kontribusi yang diharapkan oleh perusahaan.

3. Memiliki Kepribadian yang Sesuai dengan Perusahaan

Apapun jenis pekerjaan yang dikerjakan, salah satu faktor yang membuat pegawai betah dan loyal terhadap pekerjaannya adalah kesesuaian karakter pribadinya dengan pekerjaan tersebut. Misalnya orang yang bekerja di pabrik memiliki karakter yang berbeda dengan orang yang bekerja di bidang kesehatan. Sehingga kandidat perlu meyakinkan bahwa pekerjaan yang dilamarnya sesuai dengan karakter kepribadiannya.

Untuk dapat memahami cara menjawab pertanyaan, perhatikan contoh skenario menjawab “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?” berikut.

“Karena sesuai dengan kepribadian saya yang menyukai tantangan-tantangan untuk berkembang. Kemudian saya lihat dari deskripsi pekerjaan ini, saya lihat sebagai tantangan baru. Saya yakin sekali kalau saya bekerja di perusahaan ini dan sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang sudah disebutkan, itu nanti bisa membuat saya jauh lebih berkembang dan lebih baik lagi dari sebelumnya.”

Pelajaran dari skenario di atas:

Skenario tersebut mengartikan bahwa kandidat memiliki karakter dan kepribadian yang dirasa sesuai dengan karakter perusahaan.  Kandidat juga menunjukkan bahwa dirinya mampu mengembangkan diri secara mandiri sehingga apabila diterima, perusahaan tidak perlu mengkhawatirkan semangat kerjanya. Sebab kandidat tersebut dapat memotivasi dirinya secara mandiri.

Cara mengembangkan jawaban untuk masing-masing tipe jawaban yang sudah dijelaskan di atas adalah sama. Yaitu dengan menggunakan analogi dimana perusahaan dianggap sebagai pembeli dan kandidat sebagai penjual. Berdasarkan analogi tersebut, hal yang dapat dilakukan oleh kandidat adalah menarik perekrut sehingga mereka mau ‘membeli’ kualitas yang ditawarkan oleh kandidat.

Itulah artikel tentang penjelasan dan cara menjawab “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?” saat wawancara. Selamat belajar dan semoga lamaran kerja kalian berhasil!

Baca Juga:

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email