mployee logo
van-tay-media-TFFn3BYLc5s-unsplash

Tahap-Tahap Perkenalan Diri dalam Wawancara Kerja

Tahap-Tahap Perkenalan Diri dalam Wawancara Kerja – Surat lamaran kerja sudah dikirim, tiba saatnya menunggu sampai panggilan wawancara kerja tiba. Hal yang dapat dilakukan dalam masa ini adalah melatih kemampuan wawancara kerja. Sebab usaha agar surat lamaran kerja diterima tidak hanya sampai surat terkirim, masih ada tahap wawancara yang akan dilalui jika surat lamaran diterima.

Benar. Tidak ada yang bisa menjamin apakah lamaran kerja akan diterima setelah surat lamaran dikirim dan akan lanjut ke tahap selanjutnya. Tetapi tidak ada salahnya belajar wawancara selama masa menunggu. Tujuan dari latihan wawancara adalah agar dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya.

Jika sudah mendapat informasi untuk lanjut ke tahap wawancara, maka manfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik mungkin untuk latihan wawancara. Sebab latihan wawancara dapat memberikan keuntungan yang di antaranya:

  • Meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara karena sudah latihan
  • Mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan tidak terduga sehingga mengetahui cara menjawab yang tepat
  • Dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang pasti ditanyakan dengan baik
  • Mengurangi kesunyian akibat butuh waktu untuk mencerna pertanyaan dan menyampaikan jawaban dengan tepat
  • Mengurangi kemungkinan menjawab dengan terbata-bata. Seperti kebiasaan menjawab dengan ‘M’ yang panjang sebelum langsung menjawab atau sejenisnya
  • Meningkatkan performa wawancara sehingga dapat lolos ke tahap selanjutnya

Paling pertama yang harus dilakukan dalam wawancara kerja adalah perkenalan diri. Umumnya ada beberapa topik yang dapat disampaikan saat perkenalan. Berikut adalah topik perkenalan diri yang disampaikan pada saat wawancara kerja.

Isi Perkenalan Diri dalam Wawancara Kerja

1. Perkenalan diri

Sebutkan nama lengkap dan nama panggilan.

2. Latar belakang pendidikan

Selanjutnya, sebutkan latar belakang pendidikan terakhir. Jika pendidikan terakhir adalah Strata-1, maka sebutkan mulai dari prodi, jurusan, fakultas, dan nama intitusi/universitas. Kemudian jelaskan dengan singkat hal apa yang dipelajari dari jenjang pendidikan tersebut yang dapat mendukung proses wawancara dan apa saja aktivitas selama menempuh pendidikan.

Tidak perlu menjelaskan jenjang pendidikan yang sudah lama terlewati dan tidak ada hubungannya dengan wawancara. Misalnya menjelaskan SMA/sederajat sampai ke pendidikan pertama. Selain karena alasan privasi, juga perekrut tidak perlu tahu tentang hal tersebut apabila tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilamar.

Selain pendidikan formal seperti sekolah, pendidikan non formal yang sejalan dengan bidang yang dilamar juga dapat disebutkan. Selain meningkatkan keterampilan individual, keterampilan yang dipelajari di pendidikan non formal bisa jadi bermanfaat untuk tempat kerja yang dilamar. Beberapa bentuk pendidikan non formal yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Kursus komputer
  • Kursus bahasa asing
  • Kursus seni; musik, tari, rupa
  • Kursus kerajinan tangan

3. Pengalaman kerja, magang, part-time, membuka bisnis atau organisasi

Sampaikan pengalaman kerja yang pernah dilakukan secara singkat. Jika ada pencapaian yang dirasa dapat menarik perhatian perekrut, sebutkan sebaik mungkin. Hal ini juga berlaku untuk pengalaman organisasi. Oleh karena perekrut pasti memperhatikan pengalaman kerja, maka perhatikan dengan benar cara menjelaskan pengalaman kerja saat wawancara.

Bagaimana dengan freshgraduate yang belum memiliki pengalaman kerja? Sebutkan pengalaman organisasi yang dimiliki. Apapun organisasi yang diikuti, cenderung dapat disebutkan dalam wawancara. Sebab dalam mengikuti organisasi, aspek manajemen dalam organisasi dapat menjadi nilai yang dipertimbangkan oleh perekrut.

Sehingga dalam menjelaskan pengalaman organisasi, tidak hanya menyebutkan semua organisasi yang sudah diikuti. Tetapi juga menekankan aspek yang dipelajari dari organisasi yang memberikan keuntungan untuk disampaikan saat wawancara. Salah satu yang umum dipelajari adalah manajemen organisasi.

Freshgraduate ataupun kandidat yang sudah lebih berpengalaman juga dapat menyampaikan pengalaman magang, kerja part-time, dan bisnis yang pernah dijalani. Pengalaman profesional ini perlu disampaikan kepada rekruter sehingga mereka akan mempertimbangkan kandidat tersebut. Sebab pengalaman di bidang profesional dapat menentukan seberapa siap kandidat jika lamarannya diterima.

Sampaikan perjalanan karir kepada rekruter dengan baik. Oleh karena bagian ini rawan menjadi penjelasan yang panjang, upayakan agar tidak sampai bertele-tele. Arahkan agar saat menjelaskan pengalaman di lingkup profeisonal ini cukup (tidak terlalu pendek ataupun panjang), jelas, dapat dimengerti, dan mengesankan.

4. Keterampilan khusus, hobi, atau kegiatan volunteer

Keterampilan khusus yang disampaikan kepada rekruter adalah keterampilan yang mendukung pekerjaan atau sejalan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Keterampilan ini bisa didapatkan dari pelatihan, kursus, dan sejenisnya.

Hobi juga dapat disampaikan dalam perkenalan diri saat wawancara kerja. Namun hobi yang disampaikan juga bukan sekedar hobi. Tetapi, hobi produktif yang mampu memberikan rekruter kesan orang seperti apa kandidat ini. Melalui menceritakan hobi, rekruter dapat melihat sisi lain kandidat di luar dunia profesional. Sisi yang menunjukkan bahwa dirinya orang yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

Kegiatan volunteer dapat diceritakan kepada rekruter sebagai salah satu topik dalam perkenalan diri saat wawancara kerja. Melalui menceritakan kegiatan volunteer, rekruter akan lebih tertarik karena artinya kandidat tersebut memiliki beragam pengalaman yang mungkin menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, perekrut juga bisa melihat kualitas apa yang dimiliki oleh kandidat tersebut di luar selain hard dan soft skill yang menurutnya baik bagi perusahaan.

Cara memulai topik ini adalah dapat dilakukan dengan menceritakan kegiatan apa saja yang pernah dilakukan berkaitan kegiatan volunteering, hobi, atau keterampilan khusus yang diikuti. Jelaskan bagaimana kegiatan yang diikuti dapat mengembangkan kemampuan diri sendiri. Kemudian ceritakan seberapa bersemangatnya mengikuti kegiatan tersebut dan apakah ada dampak baik bagi lingkungan atau orang-orang sekitar.

5. Tujuan hidup

Menyampaikan tujuan hidup atau arah hidup kepada perekrut dapat menunjukkan bahwa kandidat adalah orang yang bersemangat, optimis, dan memahami impian pribadi. Hal ini dapat menarik perhatian perekrut sehingga lamaran kandidat tersebut dipertimbangkan.

6. Motivasi melamar pekerjaan

Tidak ada salahnya menyampaikan motivasi melamar pekerjaan sebagai penutup perkenalan diri. Misalnya dengan menyebutkan kelebihan perusahaan yang dilamar, impian yang mungkin tercapai apabila lamaran diterima, dan lainnya.

Tips Memperkenalkan Diri dalam Wawancara Kerja

1. Ketika bertemu rekruter

Jika bertemu secara tatap muka, mulai dengan berpakaian dan berpenampilan rapi. Menunjukkan sifat ramah dan mudah bergaul kepada rekruter dari awal hingga akhir wawancara. Sepanjang wawancara juga bersikap rileks, positif, dan komunikatif.

Hal sama juga berlaku dalam wawancara kerja yang dilakukan secara daring. Adapun hal lain yang harus diperhatikan adalah memastikan jaringan internet pasti aman tanpa gangguan ketika wawancara dimulai. Sehingga perangkat dan aplikasi yang mendukung wawancara kerja juga perlu disiapkan dalam wawancara kerja yang dilakukan secara daring ini.

Kedua cara tersebut sebenarnya sama-sama dapat menyebabkan rasa gugup. Namun persiapan yang matang sebelum melakukan wawancara dapat mengatasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak harapkan seperti menunjukkan rasa gugup yang berlebihan. Dalam wawancara kerja yang dilakukan secara daring, perbedaannya ada pada keharusan mempersiapkan perangkat wawancara dan jaringan internet yang stabil.

2. Riset sebelum wawancara

Rekruter tentunya sudah berpengalaman mewawancarai banyak dan berbagai jenis kandidat. Mereka tahu ketika kandidat yang diwawancarai memilki pengetahuan yang cukup tentang perusahaan atau bidang yang dilamarnya. Mereka juga tahu ketika kandidat tidak menunjukkan antusiasme yang sudah diharapkan. Mereka pun tahu ketika kandidat terlihat tidak berusaha mencari tahu hal-hal yang umum bagi perusahaan.

Riset yang dilakukan agar perkenalan diri saat wawancara kerja berhasil adalah riset tentang perusahaan dan bidang pekerjaan yang dilamar. Secara lebih rinci, riset tentang perusahaan berarti mencari tahu beberapa hal. Seperti protokol perusahaan, garis besar pekerjaan yang diurus di perusahaan, sampai budaya pegawai di perusahaan.

Barangkali tidak mudah untuk langsung tahu semuanya. Tetapi, saat ini informasi umum tentang segala sesuatu dapat dicari melalui internet. Sehingga mengetahui hal-hal umum perusahaan yang dilamar pun sudah cukup untuk memberi kesan baik pada rekruter saat wawancara.

Riset tentang bidang pekerjaan yang dilamar juga penting. Kandidat harus tahu gambaran umum pekerjaannya. Bagi freshgraduate, memang menjadi agak lebih sulit karena tidak bisa menceritakan pengalamannya akibat belum adanya pengalaman. Namun, kandidat freshgraduate dapat menceritakan gambaran umum bidang pekerjaan berdasarkan berbagia sumber.

3. Tidak berbohong

Menyampaikan keunggulan dan kualitas diri adalah bagian yang pasti dan perlu disampaikan oleh kandidat dengan penuh rasa percaya diri. Penting sekali untuk menunjukkan rasa percaya diri ketika menyampaikan keunggulan diri atau hal seputar diri sendiri. Rekruter akan menyambut baik kandidat yang dapat memperkenalkan dirinya dengan percaya diri.

Bagi beberapa orang, memperkenalkan dan menceritakan diri sendiri bisa menjadi hal yang sulit. Kekhawatiran seperti tidak memperkenalkan diri dengan sebaik yang diharapkan, salah bicara yang menyebabkan rasa percaya diri menurun di tengah-tengah wawancara, terlalu banyak yang diceritakan, terlalu sedikit yang diceritakan, dan seterusnya. Kekhawatiran tersebut dapat dicegah dengan latihan.

Kekurangan seperti itu bagaimanapun masih agak lebih dapat ditolerir oleh rekruter. Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah berbohong. Mengarang cerita dalam memperkenalkan diri saat wawancara kerja sangat tidak baik. Sebab apabila dari awal saja sudah berbohong, segala proses selanjutnya juga akan tidak baik.

Memastikan cerita memberikan perekrut kesan bahwa kandidat adalah orang yang kompeten adalah hal yang baik. Tidak dapat dipungkiri banyak kandidat yang menambahkan beberapa hal dalam memperkenalkan diri untuk membuat perekrut terkesan. Namun tetap ada batas yang harus disadari oleh diri sendiri seberapa jauh bisa menambahkan hiasan untuk perkenalan diri.

4. Mewaspadai pertanyaan tidak terduga dengan tenang

Tips terakhir ini penting karena terkadang seseorang bisa hilang fokus (blank) tiba-tiba di tengah-tengah mengerjakan pekerjaannya. Dalam hal ini, terkadang kandidat bisa tiba-tiba hilang fokus di tengah-tengah wawancara pekerjaan. Ketika hal semacam ini terjadi, jangan panik.

Perekrut memahami betul betapa wawancara kerja bisa menyebabkan gugup dan mereka terbiasa menghadapi kondisi seperti itu. Mengetahui hal ini, kandidat seharusnya tidak perlu khawatir karena mereka juga manusia yang bisa memahami perasaan orang lain.

Cara yang dapat dilakukan agar tidak panik adalah latihan. Ketika dihadapkan pada hal-hal tak terduga seperti pertanyaan lanjutan yang tidak diantisipasi oleh kandidat, pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan tidak langsung panik. Saat latihan, bukan hanya latihan untuk pertanyaan-pertanyaan yang pasti keluar. Tetapi juga latihan untuk mempersiapkan diri jika mendapat pertanyaan yang tidak terduga.

Bukan hanya soal verbal yang perlu diperhatikan, pastikan agar sistem pernapasan juga lancar. Dengan mempertahankan pernapasan yang stabil dari awal, dapat membuat otak lebih fokus pada prioritas utama yang dalam hal ini adalah wawancara kerja. Oleh karena itu, pastikan agar pernapasan selalu stabil.

Untuk lebih memahami cara memperkenalkan diri saat wawancara kerja, berikut beberapa contoh naskah perkenalan diri yang bisa kalian pelajari.

Contoh 1 untuk freshgraduate

Pertanyaan: coba perkenalkan diri Anda

Jawab:

Nama saya XX dan nama panggilan saya X. Saya lulus dari Universitas ABC tahun 2015. Di Universitas ABC saya mempelajari sastra bahasa Inggris. Selama kuliah, saya aktif dalam organisasi jurnalistik mahasiswa. Melalui pengalaman tersebut, minat saya untuk bekerja di bidang jurnalistik semakin tinggi. Saya magang di media lokal selama satu bulan sebagai wartawan saat kuliah. Setelah itu, saya pun bertekad untuk bekerja sebagai wartawan setelah lulus. Lalu saya menemukan lowongan pekerjaan dari Media CBA dan saya pun berminat mendaftar dengan harapan bisa diterima sebagai wartawan.

Contoh 2 untuk lulusan SMA

Pertanyaan: perkenalkan diri Anda

Jawab:

Nama saya XX dan sekarang berusia 31 tahun. Saya lulusan SMA dan pernah mengikuti kursus menjahit selama enam bulan. Selama enam bulan, saya belajar menjahit mulai dari ilmu dasar sampai berhasil menghasilkan beberapa produk. Produk pakaian yang sudah jadi tersebut dijual ke toko baju. Melalui pengalaman tersebut, harapannya lamaran saya diterima.  

Itulah artikel cara dan tahapan memperkenalkan diri saat wawancara kerja yang bisa kalian coba praktikkan. Contoh-contoh yang telah diberikan bertujuan dapat memberikan gambaran naskah perkenalan diri yang dapat dicoba. Selamat mencoba dan semoga wawancara kerja kalian berhasil!

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email