mployee logo
linkedin-sales-solutions-6ie6OjshvWg-unsplash

Cara Memperkenalkan Diri saat Wawancara Kerja

Cara Memperkenalkan Diri saat Wawancara Kerja – Memberikan kesan yang baik kepada rekruter saat wawancara sangatlah penting. Sebab wawancara merupakan salah satu rangkaian penting dalam proses rekrutmen pegawai baru. Sehingga memberikan performa wawancara yang baik dapat menjamin lamaran kerja diterima oleh rekruter.

Upaya memberikan kesan yang baik kepada rekruter saat wawancara dilakukan dengan cara memastikan prosesnya berjalan dengan lancar. Mulai dari dapat menjawab pertanyaan yang umum ditanyakan rekruter dengan baik sampai pertanyaan-pertanyaan khusus atau lanjutan. Kandidat diharapkan dapat menjawab semua yang ditanyakan oleh rekruter tersebut dengan baik.

Tetapi, menjawab pertanyaan dengan baik bukan satu-satunya poin yang dipertimbangkan saat wawancara. Rekruter juga akan memperhatikan beberapa hal seperti bahasa tubuh, cara menjawab, kesesuaian jawaban kandidat dengan isi Curriculum Vitae (CV) yang sudah dikumpulkan, dan masih banyak lagi.

Meskipun pertanyaan umum pasti disampaikan oleh rekruter kepada kandidat, tidak setiap kandidat pasti bisa menjawabnya dengan baik. Hal ini dikarenakan lebih pada karena kandidat merasa kurang percaya diri dengan kemampuannya dan membutuhkan strategi yang dapat menjamin wawancara kerjanya berjalan dengan baik. Kendala tersebut memiliki solusi.

Oleh sebab itu, artikel berikut akan memberikan solusi bagi kalian yang membutuhkan bantuan untuk persiapan wawancara kerja. Artikel ini akan fokus pada cara memperkenalkan diri saat wawancara kerja. Melalui penjelasannya, akan diterangkan berikut tips-tips memperkenalkan diri saat wawancara kerja.

Cara Memperkenalkan Diri saat Wawancara Kerja

Ada beberapa poin dasar yang dapat dipraktikkan dalam memperkenalkan diri saat wawancara kerja. Poin-poin berikut juga akan membantu keseluruhan proses wawancara. Sebab memberikan kesan baik kepada rekruter dari awal dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan performa yang baik sampai tahap wawancara kerja tersebut berakhir.

1. Cari tahu informasi tentang perusahaan atau instansi dan tentang perekrut atau HRD

Mengetahui informasi dasar tentang perusahaan atau instansi yang dilamar itu penting. Poin ini penting karena kandidat perlu mengetahui cara yang tepat menghadapi wawancara kerja untuk perusahan yang dilamar. Sebab setiap perusahaan memiliki karakteristik yang tidak selalu sama, aturan tentang tahapan dalam rekrutmen yang telah diterapkan pun bisa berbeda-beda.

Oleh karena saat wawancara kerja pasti berhadapan langsung dengan perekrut atau Human Resource Development (HRD), jika memungkinkan cari tahu juga terkait perekrut. Perekrut dapat melihat ketika kandidatnya betul-betul niat dalam melamar kerja. Hal tersebut pada akhirnya membuat kandidat juga perlu memberikan perhatian khusus tidak hanya terkait informasi tentang perusahaan, melainkan juga perekrut.

Strategi pertama yang dapat dilakukan untuk mencari informasi tentang perusahaan dan perekrut adalah melalui situs perusahaan. Setiap situs perusahaan menyediakan informasi umum yang terdiri dari profil perusahaan, visi dan misi, struktur organisasi, tentang apa yang mereka kerjakan. Informasi yang tercantum dalam situs perusahaan tersebut dapat memberikan gambaran bagi kandidat tentang cara kerja perusahaan tersebut.

Kedua, dalam pemberitahuan tentang wawancara kerja terkadang mencantumkan nama perekrut yang akan mewawancarai kandidat. Jika tidak dicantumkan, dalam email pemberitahuan tentang wawancara atau sumber pemberitahuan lainnya mencantumkan nama yang bertanggung jawab dalam mengirim pemberitahuan tersebut. Gunakan informasi tambahan tersebut dengan baik saat wawancara kerja.

Ketiga, cari tahu tentang posisi pekerjaan yang dilamar di perusahaan tersebut. Hal ini membantu kandidat dalam menunjukkan seberapa besar pemahaman kandidat tentang bidang yang dilamar. Selain itu, memahami cara menempatkan diri saat wawancara berdasarkan bidang dan perusahaan yang dilamar.

Perlu diketahui bahwa tidak semua informasi yang didapat tentang perusahaan dan perekrut bisa disampaikan. Perhatikan mana yang informasi umum dan mana yang khusus. Perhatikan mana yang dapat disampaikan dan tidak dapat disampaikan. Hanya karena mereka memberikan informasi umum, tidak berarti informasi tersebut juga perlu disampaikan pada saat perkenalan diri.

Cara memanfaatkan informasi tentang perusahaan atau perekrut dengan baik saat wawancara kerja adalah sebut nama perekrut ketika kalian merasa perlu menyebutkan. Saat wawancara kerja, biasanya dapat dilakukan pada awal ketika kandidat diminta memperkenalkan diri. Berikut di bawah ini contoh narasi yang dapat menyebutkan nama perekrut untuk dipraktikkan.

“Terima kasih sebelumnya, Pak/Bu [nama rekruter], atas kesempatannya. Perkenalkan nama saya [nama kandidat]…”

2. Berpenampilan rapi dan sopan untuk wawancara

Penampilan merupakan cara paling instan dalam menarik perhatian dan kesan yang positif. Penampilan juga dapat menunjukkan kepribadian secara instan kepada rekruter. Sehingga penting sekali untuk memperhatikan yang dikenakan saat wawancara kerja.

Ekspresikan diri melalui penampilan. Pastikan agar penampilan tidak hanya terlihat bagus, tetapi membuat kalian merasa nyaman dan tetap terlihat profesional. Tetapi jangan lupa untuk sesuaikan penampilan dengan bidang dan perusahaan yang dilamar. Sebab biasanya kandidat yang melamar sebagai konsultan keuangan cenderung berpenampilan lebih formal daripada kandidat yang melamar di start up. Sehingga hal ini dikembalikan lagi ke tujuan lamaran kandidat.

ilustrasi penampilan untuk wawancara kerja

Berikut daftar periksa secara umum yang bisa kalian perhatikan untuk mendukung penampilan terbaik saat wawancara.

a. Wajah

  • Bersih
  • Rapi
  • Dicukur bersih
  • Make up tipis

b. Pakaian

  • Nyaman
  • Rapi
  • Bersih dan dalam kondisi baik
  • Warna netral atau monokrom
  • Sesuai dengan pekerjaan yang diprospek

c. Aksesoris

  • Minimal. Contoh: jam tangan, anting, cincin, dan gelang berukuran kecil yang tidak menyebabkan penampilan keseluruhan terdistraksi oleh aksesoris
  • Jika menggunakan parfum, pastikan menggunakan parfum yang wanginya lembut, tidak menyengat, dan tidak mengganggu orang sekitar

d. Alas kaki

  • Sepatu dengan bagian ujung tertutup
  • Warna netral atau monokrom
  • Heels pendek

3. Kontak mata dengan rekruter

Mempertahankan kontak mata dengan rekruter saat memperkenalkan diri itu penting. Hal ini menunjukkan kepada rekruter bahwa kandidat serius dan fokus dalam menyampaikan tujuannya. Tidak hanya itu, rekruter juga menilai bahwa kandidat yang mempertahankan kontak mata dengan berarti dapat mengomunikasikan perkenalan diri dengan baik dan mulus.

4. Tunjukkan rasa percaya diri dan nyaman dengan tersenyum

Secara umum, senyuman dapat memecahkan suasana yang awalnya kaku, tegang, canggung, atau tidak mengenakkan menjadi lebih rileks. Jika situasi sudah lebih rileks, maka atmosfir di sekitarnya akan menjadi lebih nyaman. Hal ini juga berlaku saat wawancara kerja.

Kenyataannya, wawancara kerja memang bisa jadi menegangkan dan penuh tekanan bagi kandidat. Di sisi lain, perekrut sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut yang membuatnya lebih santai daripada kandidat. Bukan berarti kalian bisa menunjukkan rasa gugup, tegang, canggung saat wawancara meskipun kalian berniat ingin jujur.

Menghilangkan rasa gugup, tegang, dan canggung itu mungkin sulit. Tetapi kalian dapat mengatasinya dan mengelola emosi negatif tersebut menjadi emosi positif. Caranya adalah dengan tersenyum.

Ketika kalian tersenyum, berarti kalian juga berusaha membuat otak berpikir secara lebih positif dan akhirnya memaksa seluruh tubuh bergerak secara lebih positif. Sehingga dapat diartikan bahwa dari senyuman saja, dapat memengaruhi keseluruhan penampilan kalian ke arah yang lebih positif.

Pada awal bertemu rekruter, berikan senyuman. Tidak hanya itu, lakukan beberapa hal sekaligus. Berikan senyuman ramah kepada rekruter, kontak mata, dan berikan jabat tangan yang tegas. Dengan begitu, kalian mengindikasikan rasa percaya diri untuk wawancara sekaligus.

Kemudian tersenyumlah ketika mengenalkan diri. Sebagaimana perkenalan diri adalah bagian awal dari wawancara kerja,  rekruter memiliki ekspektasi bahwa kandidat sudah menguasai dirinya dan dapat meperkenalkan dirinya dengan percaya diri. Kepercayaan diri tersebut dapat ditunjukkan dengan senyuman.

5. Perhatikan bahasa tubuh

Komunikasi non verbal sama pentingnya dengan komunikasi verbal. Bahasa tubuh merupakan bentuk komunikasi non verbal. Bahasa tubuh ini dapat dibaca kapan pun. Sehingga penting untuk memperhatikan bahasa tubuh saat wawancara berlangsung.

Melalui bahasa tubuh, perekrut dapat membaca jika kandidat menunjukkan rasa percaya diri dan memberikan aura yang positif. Perekrut juga dapat membaca jika kandidat merasa gugup, tidak percaya diri, terlihat tidak yakin, dan lain seterusnya.

Agar lamaran kerja diterima dan proses wawancara berjalan dengan lancar, kandidat perlu menunjukkan aspek positifnya saat wawancara kerja melalui bahasa tubuh ini. Sama seperti kemampuan verbal yang dapat dipelajari, begitu halnya dengan kemampuan komunikasi non verbal ini.

Berikut beberapa hal yang mengindikasikan seseorang memiliki bahasa tubuh positif, percaya diri, dan dapat dipraktikkan pada saat wawancara kerja.

a. Pundak ditarik ke belakang dan tegap

b. Dagu diangkat dan lurus menghadap rekruter

c. Pertahankan kontak mata yang ramah, tidak terlihat mengintimidasi atau terlalu pemalu

d. Postur tubuh tegap dan lurus menghadap rekruter untuk menunjukkan kandidat memberikan perhatiannya sepenuhnya pada rekruter

e. Berikan senyum ramah sesekali di waktu yang pas

BACA JUGA: Cara Menjawab Kelebihan dan Kekurangan Saat Interview Kerja

6. Contoh Teks Memerkenalan Diri saat Interview

Kandidat dapat membuat narasi perkenalan diri untuk mempersiapkan wawancara kerjanya. Oleh karena perkenalan diri merupakan salah satu proses yang pasti dilakukan dalam wawancara kerja, tidak ada alasan bagi kandidat untuk tidak mempersiapkannya sebelumnya.

Untuk lebih memahami, berikut contoh narasi berisi salam pembuka dan perkenalan diri yang dapat kalian pelajari dan praktikkan.

Rekruter: perkenalkan diri Anda

Kandidat:

Sebelumnya, terima kasih Pak/Bu [nama rekruter] atas kesempatannya sehingga saya bisa mengikuti wawancara kerja sebagai [posisi yang dilamar] di [nama perusahaan/instansi]. Nama saya [Nama Anda] dan nama panggilan saya [nama panggilan]. Saya lulus dari Universitas [nama kampus] tahun 2015. Di Universitas ABC saya mempelajari sastra bahasa Inggris. Selama kuliah, saya aktif dalam organisasi jurnalistik mahasiswa.

Melalui pengalaman tersebut, minat saya untuk bekerja di bidang jurnalistik semakin tinggi. Saya magang di media lokal selama satu bulan sebagai wartawan saat kuliah. Setelah itu, saya pun bertekad untuk bekerja sebagai wartawan setelah lulus. Lalu saya menemukan lowongan pekerjaan dari Media CBA dan saya pun berminat mendaftar dengan harapan bisa diterima sebagai wartawan.

7. Latihan memperkenalkan diri sebelum wawancara

Bagi beberapa orang, memperkenalkan diri sendiri bisa menjadi hal yang sulit. Tetapi pada situasi seperti wawancara kerja, kandidat harus bisa melakukannya bagaimanapun juga. Solusi dari kendala ini adalah latihan sebelum wawancara.

Latihan dapat dilakukan sendirian atau dengan meminta bantuan orang lain. Kalian dapat meminta bantuan teman atau orang lain untuk memerankan rekruter. Lalu kalian dapat melakukan simulasi perkenalan diri saat wawancara.

Jika ingin melakukannya sendirian, kalian dapat merekam video perkenalan diri kalian. Dengan direkam, kalian dapat mengevaluasi perkenalan diri melalui hasil rekaman tersebut. Hal ini akan membantu kalian mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Selain evaluasi, merekam video perkenalan diri juga membantu dalam menentukan sudut terbaik di depan kamera. Mengingat pada masa sekarang ini wawancara kerja semakin umum dilakukan secara daring. Sehingga latihan perkenalan diri yang direkam dapat menjadi pilihan tepat agar performa perkenalan diri saat wawancara kerja kalian berhasil.

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email