mployee logo

Profesi MC (Master of Ceremony)

MC (Master of Ceremony) adalah seseorang yang bertugas sebagai tuan rumah sekaligus menjadi pemimpin acara dalam panggung pertunjukan, hiburan, pernikahan, dan acara-acara sejenisnya.

master of ceremony

Deskripsi Profesi MC (Master of Ceremony)

Orang yang akan memimpin serangkaian acara, baik formal maupun nonformal agar acara dapat berjalan lancar dan meninggalkan kesan positif disebut sebagai MC (Master of Ceremony).

MC memiliki kemampuan untuk membawakan acara yang sangat menentukan apakah acara berlangsung lancar, sukses, meriah atau justru sebaliknya.

Tentunya berbagai macam acara membutuhkan jasa dari seorang MC. Jenisnya itu mulai dari acara resmi seperti acara dari perusahaan atau kantor, wisuda, pernikahan, seminar, tunangan dan acara-acara lainnya. Bahkan, acara tidak resmi pun membutuhkan MC, seperti ulang tahun, khitanan, konser musik, gathering, dan lain-lain.

Jangan heran ya pasti kesan profesi MC itu menyenangkan. Selain itu menjadi seorang MC dapat dipakai untuk menyalurkan bakat dan minat dan memberikan manfaat yang banyak seperti kesempatan bertemu dengan pejabat, artis, politisi, tokoh masyarakat, influencer, artis sosial media dan sebagainya.

Biasanya seorang MC karena begitu lihai dalam merangkai kata dengan kalimat indahnya dan mampu menghidupkan suasana, bisa jadi lebih populer daripada para pengisi acaranya. Menarik bukan?

Dari sekian banyak profesi dalam dunia entertain, profesi seorang MC ini memang sangat menarik karena mampu memberi pesona dan warna pergaulan yang seru dan menyenangkan.

Jobdesk MC (Master of Ceremony)

Tugas seorang MC terbagi menjadi beberapa hal di antaranya adalah menyusun acara, memeriksa persiapan, membawakan acara, mengendalikan waktu, dan memuaskan hadirin. Dari beberapa tugas tersebut dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu tugas seorang MC pada saat pra acara dan tugas seorang MC pada saat acara.

1. Tugas Saat Pra Acara

Dari beberapa tugas tersebut, terdapat tugas yang dilakukan oleh seorang MC sebelum dirinya tampil untuk audiens tugas tersebut di antaranya yaitu menyusun acara dan memeriksa persiapan. Menyusun acara merupakan tugas wajib yang dilakukan oleh seorang MC baik mereka yang sudah terlatih atau terbiasa melakukan tugas tersebut karena adanya tugas persiapan ini dilakukan agar seorang MC lebih tertata dan lebih siap.

Selain itu, memeriksa persiapan juga merupakan tugas wajib yang dilakukan oleh seorang MC sebelum seorang MC membawakan acaranya. Tugas ini dilakukan oleh seorang MC dengan tujuan untuk memastikan apakah segala sesuatunya sudah siap.

Persiapan tersebut dimulai dari tempat atau lokasi acara, meja kursi dan penataannya, sound system yang mendukung acara, penataan panggung atau area berlangsungnya acara, pengisi-pengisi acara, mengetahui jumlah tamu yang hadir, siapa saja yang akan menyambut, dan tugas-tugas sejenisnya.

Dengan memastikan tugas-tugas tersebut sudah terpenuhi, seorang MC dapat dikatakan telah melakukan sebagian tugas dengan harapan acara yang dibawakannya lancar dan sukses.

2. Tugas Saat Acara

Tugas yang dilakukan oleh seorang MC pada saat pelaksanaan acara adalah membawakan acara demi acara sesuai waktu yang telah disusun, dalam hal ini seorang MC tentunya mampu mengendalikan waktu yang telah disusun.

Seorang MC dalam hal ini tidak sekadar membacakan susunan acara, tetapi juga harus memperhitungkan rencana waktu yang digunakan dengan tujuan rencana dan waktu yang telah disusun dan dirancang tidak jauh dari perkiraan.

Selain itu, tujuan akhir dari seorang MC adalah memberikan pelayanan yang terbaik untuk audiens dengan cara memberikan performa yang cakap dan sesuai dengan keinginan audiens.

Tugas seorang MC terbilang cukup berat. Seorang MC dituntut untuk memiliki kreativitas dan mampu melakukan improvisasi. Kemampuan seseorang dalam membawakan acara membutuhkan kreativitas dalam hal ini supaya dalam membawakan acara dapat menarik dan mampu menyesuaikan dengan acara yang dibawakan.

Sedangkan improvisasi dibutuhkan supaya pada saat tampil tidak kebingungan saat menyampaikan pembicaraannya, tidak senyap atau terkesan garing, dan tentunya supaya apa yang disampaikan saling berkaitan.

Di sisi lain, seorang MC juga dituntut untuk mampu membaca situasi. Di mana seorang MC tentunya harus sensitif dengan hal-hal yang terjadi. Contoh mudahnya yaitu ketika audiens atau khalayak terlihat bosan, panik, suasana enggan mendukung, cuaca buruk, dan situasi lain yang terjadi ketika acara berlangsung.

Dengan begitu, seorang MC harus mampu mengatasi dan mengambil keputusan terkait situasi yang sedang terjadi. Seorang MC dapat mengatasinya dengan cara-cara mudah seperti menenangkan audiens atau menyegarkan suasana untuk menutup acara.

Seorang MC yang baik dituntut untuk dapat membangun suasana sesuai dengan karakteristik acara yang dibawakannya. Untuk dapat membangun suasana berarti dapat menciptakan suasana yang sesuai dengan tema dan ciri khas acara tersebut.

Keahlian Yang Harus Dimiliki MC (Master of Ceremony)

1. Confident

Kepercayaan diri mutlak harus dibutuhkan seorang MC, karena harus berhadapan dengan publik baik dalam acara besar atau kecil, resmi atau tidak resmi, off-air maupun on-air. Hal ini akan membantu kita menguasai panggung dan audience serta memudahkan Anda berinteraksi dan mengatur jalannya acara.

2. Management Skill

Seorang MC yang baik memiliki kemampuan untuk memandu atau membawakan suatu acara dan tidak hanya sekadar terima tawaran, datang, dan beraksi. Kita juga harus mengetahui dengan detail apa acaranya, lokasinya seperti apa apa, siapa saja yang diundang, siapa tokoh atau pejabat yang akan hadir, siapa audience-nya, dan seperti apa rundown acara dari panitia atau penyelenggara acara.

MC harus ikut serta dalam beberapa briefing yang diadakan panitia untuk memudahkan MC mengatur manajemen acara di atas panggung. MC profesional harus mampu melakukan riset, meskipun sederhana dan kecil-kecilan, terhadap topik, tokoh, produk, dan hal lain yang terkait acara yang akan dipandunya.

Di atas panggung MC harus mampu mengatur jalannya acara dari mulai pembukaan sampai penutupan acara dengan berpatokan pada rundown acara dari panitia. MC harus mampu mengatur tertibnya acara dan menghantarkan acara dengan baik kepada audience.

3. Adaptif

MC harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat dia melakukan tugasnya. Lingkungan bukan berarti sempit dan terbatas pada panggung saja, namun juga setiap detail yang bersangkutan dengan acara, termasuk : Audience (profesi, strata sosial, usia), Jenis acara (formal, informal, protokoler, wedding, showbiz, onair, atau offair), Lokasi (terbuka atau tertutup), Skala acara (besar, sedang, kecil), Pendukung acara (pengisi acara, bagian tehnis, dan panitia).

4. Good Attitude

Seorang MC harus paham betul untuk menjaga perilaku dan sopan santun baik dalam bentuk lisan maupun bahasa tubuh dalam memandu sebuah acara. Ketika selesai tugas, apalagi sudah terkenal, kamu adalah seorang public figure.

Apapun yang dilakukan seorang MC, termasuk tingkah laku dalam kehidupan pribadinya akan menjadi perhatian publik. Apabila belum terkenal, mungkin akan menjadi perhatian kawan-kawannya, keluarganya, dan kolega atau pihak yang biasa bekerjasama dengan Anda.

Apabila sudah terkenal dan menjadi public figure, maka apapun yang dilakukan dalam kehidupan pribadi di luar profesinya sebagai MC akan menjadi perhatian publik.

5. Mampu Mengolah Vokal

*Vocal : Sebaiknya seorang MC memiliki vocal atau suara yang baik, apalagi berkarakter.

*Intonasi : MC harus pandai mengolah nada kalimat menjadi berirama dan tidak datar.

*Artikulasi : MC harus memiliki kualitas penyebutan kata dan kalimat yang baik atau artikulasi.

*Speed : MC harus mampu mengatur speed/tempo atau cepat-lambatnya kata dan kalimat yang diucapkan.

*Pernafasan : MC harus memiliki kemampuan mengatur nafas yang dapat mendukung artikulasi dan power suara. Lebih baik memiliki kemampuan mengolah diagfrgma.

*Power : MC harus memiliki kemampuan mengeluarkan kekuatan suara tanpa harus berteriak.

*Asentuasi : MC harus pandai memilih dan melakukan penekanan terhadap kata atau kalimat yang menjadi fokus atau pokok perhatian atau untuk diperhatikan oleh audience.

*Timbre : MC harus mampu mengeluarkan suara yang ekspresif yang akan mudah mempengaruhi audience.

*Tone: MC harus mampu mengatur tinggi rendah suara agar audience tidak merasa bosan.

*Phrasing : MC dalam berbicara sebaiknya memberikan jeda agar dimengerti.

*Infleksi : lagu kalimat atau perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Infleksi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. Kemampuan MC dalam mengolah poin-poin di atas akan membuat suara yang dikeluarkan mampu menjiwai isi atau makna dari kata atau kalimat yang disampaikan.

6. Mampu Mengolah Bahasa dengan Baik

Seorang MC harus dituntut bisa mengucapkan setiap kata dan kalimat dari bahasa manapun dengan baik dan benar, baik itu bahasa asli (Indonesia) maupun bahasa asing seperti Ingris.

Seorang MC harus mampu mengucapkan dengan benar bahasa-bahasa dan istilah-istilah dalam bahasa daerah, terutama ketika memandu acara pernikahan dan resepsinya yang menggunakan adat daerah tertentu.

Oleh karena itu, seorang MC harus mampu melakukan riset kecil-kecil mengenai job yang diterima, terkait dengan bahasa yang akan digunakan atau terkait dengan hal-hal yang menyangkut istilah-istilah yang perlu diketahui MC ketika membawakan sebuah acara.

Seorang MC harus mengetahui tidak hanya bahasa formal saja, namun juga bahasa-bahasa dalam bidang lain, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, dan lainnya yang terkait dengan acara yang dipandunya. Pengetahuan soal bahasa juga terkait dengan bagaimana seorang MC mampu menggunakan bahasa yang komunikatif, praktis dan efisien.

7. Berwawasan Luas

Seorang MC layaknya seorang presenter atau jurnalis yang memiliki kemampuan mengetahui banyak hal diberbagai bidang, meskipun tidak mendalam seperti seorang pakar.

Tawaran yang diterima bisa saja tidak hanya melulu dalam bidang yang sama, tapi bisa jadi dari berbagai bidang yang berbeda-beda yang membutuhkan pengetahuan MC akan banyak hal.

Seorang MC harus memiliki dasar pendidikan yang baik, formal maupun informal seperti kursus dan pelatihan serta gemar membaca dan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi, untuk memiliki pengetahuan yang luas.

8. Mampu Menjaga Gesture Tubuh

Seorang MC harus memiliki sikap tubuh yang baik dan fleksible sesuai dengan situasi dan kondisi acara serta lingkungan acara. Sikap tubuh yang baik seperti saat menyampaikan acara dan berbicara yang tidak over acting.

9. Appearance

Seorang MC harus memiliki penampilan yang baik dalam hal tata busana dan kepandaian memilih busana yang tepat sesuai dengan acara.

10. Maturity

Seorang MC harus memiliki kedewasaan dan kematangan berpikir. Hal ini akan memudahkan MC untuk melakukan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi diri. Sehingga seorang MC akan mampu secara terus menerus dan berkesinambungan meningkatkan profesionalismenya sebagai seorang MC.

11. Kreatif, Inisiatif serta Mampu Berimprovisasi

Seorang MC harus kreatif dan memiliki inisiatif dalam memandu acara sehingga tidak membosankan dan monoton. Kreatif dan inisiatif juga diperlukan apabila ada perubahan situasi dan kondisi yang tak terduga ketika acara sedang berlangsung, sebelum acara berlangsung, atau sebelum acara berakhir. Seorang MC harus tanggap terhadap perubahan-perubahan tersebut dan harus berpikir cepat dan tepat untuk mengantisipasinya.

12. Reputation

MC harus memiliki “track record” yang baik. Track record dalam menjalankan profesinya sebagai MC maupun “track record” yang baik dalam kehidupan pribadi, apalagi jika MC tersebut sudah menjadi seorang public figure dan terkenal.

13. Sense of Humor

Seorang MC dituntut mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi audience. Sikap riang, ceria, dan ramah akan meluluhkan suasana yang kaku dan kurang bersahabat. Memiliki rasa humor adalah salah satunya dan sudah menjadi keharusan bagi seorang MC untuk memilikinya, terlebih lagi di saat memandu acara hiburan. Namum bukan berarti seorang MC harus menjadi seorang pelawak karena humor yang berlebihan dan tidak pada tempatnya juga akan mengurangi kredibilitas.

14. Bridging

Seorang MC harus mampu membuat komentar yang menjadi jembatan antar satu segmen dengan segmen lainnya (bridge/bridging). Bridging adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki MC agar acara menjadi tetap menarik dan tidak membosankan akibat penundaan antara satu segmen dengan segmen lainnya.

Penundaan dapat terjadi akibat keterlambatan pengisi acara atau hal-hal lain yang tak terduga. MC yang handal dapat menggunakan insiden penundaan seperti itu untuk melakukan bridging dengan anekdot atau komentar-komentar positif dan humoris mengenai hal-hal yang terkait acara atau pengisi acara, dll.

Cara Menjadi MC (Master of Ceremony)

Mengamati dan Mempelajari

Bagi pemula yang nihil pengalaman, bila ingin jadi MC diatas, maka perlu terlebih dahulu mengamati dan mempelajari satu persatu terlebih dahulu bagaimana para MC yang sudah memainkan dirinya dalam acara outdoor, indoor dan protokoler.

Lalu, perlu menambah wawasan dengan membaca buku-buku ataupun literasi yang berkaitan dengan public speaking dan jurnalistik dan diperlukan juga menambah wawasan mendengarkan penyiar radio dalam siaran dan presenter TV dalam membawa acara, sebab antara MC dengan penyiar radio dan presenter TV ada kesamaan penerapan ilmu public speaking kepada audiens.

Sehingga setelah hal ini dilakukan, maka dapat memberikan wawasan dan dasar untuk sebagai bekal dalam mempraktikannya secara latihan terlebih dahulu, maka janganlah ragu mempraktikannya sendiri dirumah atau dikamar masing-masing.

Berlatih dan Evaluasi Mandiri

Seorang MC harus mampu melakukan latihan secara mandiri dan mengevaluasi kekurangannya secara mandiri. Latihan dan evaluasi mandiri dapat dilakukan MC dengan cara merekam suara dan gaya nya dengan menggunakan kamera video dan berbicara di depan cermin.

Sehingga akan terlihat bagaimana dia berbicara sebagai seorang MC dan jika menurutnya masih ada kekurangan, maka dapat segera melakukan perbaikan.

Pengetahuan Teknis Microphone (Mic)

Seorang MC juga harus memiliki kemampuan teknis mengenai microphone. Mic adalah alat penting dan sahabat MC di atas panggung.

MC harus paham betul bagaimana cara memegang mic, jarak antara mic dengan mulut, dan bagaimana setelan suara suara mic tersebut oleh sound operator. Biasanya setiap orang mempunyai ukuran suara di mixer audio yang berbeda.

Jenjang Karir MC (Master of Ceremony)

Tidak ada jenjang karir yang spesifik bagi seorang yang berprofesi sebagai MC. Akan tetapi ada dua tingkat. MC Junior dan MC Senior.

Yang Harus Kalian Ketahui MC (Master of Ceremony)

Sebelum menjadi MC, Anda perlu mengetahui beberapa hal di bawah ini:

  • Profesi MC di era sekarang ini menjadi sebuah keterampilan yang dapat dikembangkan oleh setiap individu. Tentunya modal awal untuk dapat mengasah skill MC yaitu dengan kebiasaan menyampaikan gagasan di depan umum atau memiliki kebiasaan untuk melatih public speaking akan lebih mudah untuk mengembangkan membawakan acara.

  • Perlu diketahui juga terkadang dalam satu acara baik itu outdoor dan indoor sering diawali acara protokoler terlebih dahulu, sehingga disinilah juga amat diperlukan kehandalan MC dalam membawakan acara yang digawanginya tersebut.

Profesi Lainnya

profesi pramugari

Pramugara/Pramugari

Pramugara/Pramugari adalah salah satu awak kabin yang merupakan karyawan maskapai penerbangan dengan tugas utamanya yaitu melayani penumpang selama penerbangan berlangsung. Ternyata profesi ini ada padanan

Read More »
produser film

Produser Film

Dalam proses pembuatan film membutuhkan banyak produser untuk membimbing beragam departemen. Produser film mengelola sisi bisnis dari proses produksi. Pengertian produser film lebih detail yakni orang

Read More »
psikiater

Psikiater

Profesi Psikiater lebih jelasnya merupakan seorang ahli medis yang fokus menangani masalah kesehatan mental dan perilaku melalui upaya pencegahan, kuratif dan rehabilitatif dengan pemberian konseling,

Read More »
pegawai negeri sipil

Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah seorang pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri,

Read More »
profesi pengacara

Pengacara

Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, pengacara adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang wilayah kerjanya

Read More »
profesi konsultan bisnis

Konsultan Bisnis

Istilah konsultan bisnis tersusun dari dua kata, business yang berarti bisnis dan consultant yang memiliki arti penasihat. Konsultan bisnis adalah seseorang / perusahaan yang memberikan nasihat

Read More »