mployee logo
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Profesi Business Intelligence

Business Intelligence melibatkan pengumpulan, analisis, dan presentasi data untuk membantu manajemen dalam memahami tren bisnis, mengidentifikasi peluang, dan mengatasi tantangan yang ada.

business intelligent

Deskripsi Profesi Business Intelligence

Pekerjaan Business Intelligence (BI) telah menjadi komponen penting dalam pengambilan keputusan strategis bagi organisasi modern. Business Intelligence melibatkan pengumpulan, analisis, dan presentasi data untuk membantu manajemen dalam memahami tren bisnis, mengidentifikasi peluang, dan mengatasi tantangan yang ada.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dengan detail peran BI, gaji yang mungkin diperoleh, kualifikasi pendidikan yang diperlukan, tugas dan tanggung jawab, keahlian yang harus dimiliki, serta informasi penting sebelum memasuki karir dalam bidang ini.

Pekerjaan Business Intelligence (BI) adalah peran profesional yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data bisnis guna menyediakan wawasan yang bernilai bagi organisasi. Pekerjaan ini melibatkan penggunaan teknik analisis data dan alat BI untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang relevan dan dapat dipahami. Tujuan utama dari pekerjaan Business Intelligence adalah membantu manajemen dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan strategis.

Seorang profesional BI biasanya bekerja dengan tim lintas departemen dalam organisasi, termasuk tim TI, manajemen bisnis, dan analis. Mereka berinteraksi dengan pengguna bisnis untuk memahami kebutuhan dan tujuan bisnis, serta menyediakan wawasan yang berharga berdasarkan analisis data yang mereka lakukan.

Tugas utama dalam pekerjaan Business Intelligence meliputi:

  1. Pengumpulan Data: Mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari berbagai sumber internal dan eksternal organisasi, seperti basis data operasional, file Excel, sistem CRM, media sosial, dan lainnya.
  2. Transformasi Data: Membersihkan, mentransformasi, dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber menjadi format yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hal ini melibatkan pemilihan dan penggunaan alat BI yang sesuai, serta penerapan proses ETL (Extract, Transform, Load) untuk memastikan kualitas dan konsistensi data.
  3. Analisis Data: Menganalisis data menggunakan teknik statistik dan analisis kuantitatif lainnya untuk mengidentifikasi tren, pola, hubungan, dan wawasan bisnis yang bermanfaat. Ini melibatkan penggunaan algoritma dan model analitis untuk memahami data secara mendalam.
  4. Visualisasi Data: Membangun visualisasi data interaktif, seperti dashboard, laporan, dan infografis, yang membantu pengguna bisnis memahami dan menggali wawasan dari data dengan lebih mudah. Visualisasi yang efektif memungkinkan pengguna untuk menjawab pertanyaan bisnis dan melihat gambaran besar dari data yang diolah.
  5. Pelaporan dan Presentasi: Menyajikan hasil analisis dan wawasan bisnis kepada manajemen dan pemangku kepentingan melalui laporan, presentasi, dan komunikasi yang efektif. Hal ini melibatkan kemampuan untuk mengartikulasikan temuan analisis dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang non-teknis.
  6. Pemantauan dan Evaluasi: Memantau kinerja bisnis dengan menggunakan metrik dan indikator kunci (KPI) yang relevan, serta melakukan evaluasi terhadap efektivitas strategi bisnis yang ada.

Pekerjaan Business Intelligence sangat penting bagi organisasi modern yang ingin mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat dan relevan. Dengan wawasan yang diperoleh dari pekerjaan BI, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengidentifikasi peluang pasar, mengoptimalkan strategi pemasaran, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar yang kompetitif.

Jobdesk Business Intelligence

Tugas utama dalam pekerjaan Business Intelligence meliputi:

  1. Pengumpulan Data: Mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari berbagai sumber internal dan eksternal organisasi, seperti basis data operasional, file Excel, sistem CRM, media sosial, dan lainnya.
  2. Transformasi Data: Membersihkan, mentransformasi, dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber menjadi format yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hal ini melibatkan pemilihan dan penggunaan alat BI yang sesuai, serta penerapan proses ETL (Extract, Transform, Load) untuk memastikan kualitas dan konsistensi data.
  3. Analisis Data: Menganalisis data menggunakan teknik statistik dan analisis kuantitatif lainnya untuk mengidentifikasi tren, pola, hubungan, dan wawasan bisnis yang bermanfaat. Ini melibatkan penggunaan algoritma dan model analitis untuk memahami data secara mendalam.
  4. Visualisasi Data: Membangun visualisasi data interaktif, seperti dashboard, laporan, dan infografis, yang membantu pengguna bisnis memahami dan menggali wawasan dari data dengan lebih mudah. Visualisasi yang efektif memungkinkan pengguna untuk menjawab pertanyaan bisnis dan melihat gambaran besar dari data yang diolah.
  5. Pelaporan dan Presentasi: Menyajikan hasil analisis dan wawasan bisnis kepada manajemen dan pemangku kepentingan melalui laporan, presentasi, dan komunikasi yang efektif. Hal ini melibatkan kemampuan untuk mengartikulasikan temuan analisis dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang non-teknis.
  6. Pemantauan dan Evaluasi: Memantau kinerja bisnis dengan menggunakan metrik dan indikator kunci (KPI) yang relevan, serta melakukan evaluasi terhadap efektivitas strategi bisnis yang ada.

Keahlian Yang Harus Dimiliki Business Intelligence

Untuk sukses dalam pekerjaan BI, seorang profesional harus memiliki keterampilan berikut:

  1. Pemahaman Bisnis: Kemampuan untuk memahami lanskap bisnis, tujuan organisasi, dan kebutuhan pengguna bisnis.
  2. Analisis Data: Keterampilan analitis yang kuat dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data menggunakan teknik statistik dan alat analisis data.
  3. Keahlian Teknis: Pemahaman mendalam tentang alat-alat BI populer seperti Tableau, Power BI, QlikView, atau perangkat lunak serupa, serta pemahaman dasar dalam bahasa pemrograman seperti SQL.
  4. Komunikasi yang Efektif: Kemampuan untuk menyajikan temuan analisis secara efektif kepada pemangku kepentingan, baik secara lisan maupun tertulis, dengan menggunakan visualisasi data yang dapat dimengerti oleh orang non-teknis.
  5. Problem Solving: Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah bisnis yang rumit, merancang pendekatan analitis untuk memecahkannya, dan menyajikan solusi yang dapat diimplementasikan.

Cara Menjadi Business Intelligence

Untuk menjadi seorang profesional dalam bidang Business Intelligence, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

  1. Peroleh Pendidikan dan Kualifikasi yang Diperlukan: Sebagian besar posisi dalam Business Intelligence membutuhkan gelar sarjana dalam bidang terkait, seperti Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Matematika, atau bidang yang serupa. Selain gelar sarjana, Anda juga dapat mempertimbangkan pendidikan tambahan atau sertifikasi dalam analisis data, statistik, atau pengolahan informasi. Ini akan membantu meningkatkan kredibilitas Anda dan memperluas pengetahuan tentang praktik terbaik dalam BI.
  2. Bangun Pengetahuan dan Keterampilan Teknis: Penting untuk memiliki pemahaman mendalam tentang alat-alat BI yang umum digunakan di industri, seperti Tableau, Power BI, QlikView, atau perangkat lunak serupa. Pelajari dan praktikkan kemampuan dalam mengumpulkan, membersihkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data menggunakan alat-alat tersebut. Selain itu, belajarlah bahasa pemrograman seperti SQL untuk dapat mengakses dan mengelola data.
  3. Peroleh Pengalaman Kerja: Cobalah untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan di bidang Business Intelligence. Anda dapat memulainya dengan mencari kesempatan magang, pekerjaan paruh waktu, atau proyek sampingan yang melibatkan tugas-tugas analisis data dan penggunaan alat-alat BI. Pengalaman praktis ini akan memberikan Anda pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana BI diterapkan dalam lingkungan bisnis nyata.
  4. Tingkatkan Keterampilan Analitis: Keterampilan analitis yang kuat adalah kunci untuk berhasil dalam Business Intelligence. Pelajari teknik-teknik analisis data, seperti statistik, pemodelan prediktif, dan analisis regresi. Pahami juga konsep dasar seperti data mining, data warehousing, dan big data. Terus tingkatkan keterampilan analitis Anda melalui pelatihan, kursus online, atau sumber daya pembelajaran lainnya.
  5. Pengembangkan Kemampuan Komunikasi: Seorang profesional BI harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan pengguna bisnis dan menyajikan temuan analisis secara efektif. Latihlah kemampuan komunikasi lisan dan tulisan Anda agar dapat menjelaskan hasil analisis secara jelas dan dengan menggunakan visualisasi data yang mudah dimengerti. Pelajari juga cara berkomunikasi dengan pemangku kepentingan bisnis yang mungkin memiliki latar belakang yang berbeda.
  6. Tetap Up-to-Date dengan Tren dan Perkembangan Terkini: Bidang Business Intelligence terus berkembang. Pastikan untuk tetap mengikuti tren terbaru, teknologi baru, dan praktik terbaik dalam industri ini. Ikuti konferensi, seminar, webinar, dan sumber daya online untuk memperbarui pengetahuan Anda tentang BI.
  7. Bangun Jaringan Profesional: Jaringan profesional dapat membantu Anda mendapatkan peluang kerja dan informasi terbaru tentang industri BI. Bergabunglah dengan kelompok-kelompok industri, forum online, atau organisasi profesional terkait dengan Business Intelligence. Jalin hubungan dengan para profesional dalam bidang ini dan pelajari pengalaman mereka.
  8. Terus Asah Keterampilan dan Pertahankan Semangat Belajar: Business Intelligence adalah bidang yang terus berkembang dan berubah. Teruslah meningkatkan keterampilan Anda, eksplorasi teknologi baru, dan selalu memiliki semangat belajar. Jangan takut untuk mengambil tantangan baru dan mengeksplorasi berbagai proyek yang melibatkan analisis data dan pemahaman bisnis.

Dalam perjalanan Anda untuk menjadi seorang profesional Business Intelligence, ingatlah bahwa kesabaran, ketekunan, dan dedikasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda akan membantu Anda meraih kesuksesan.

Jenjang Karir Business Intelligence

Jenjang karir business intelligence adalah salah satu bidang yang menarik dan menantang bagi para profesional yang ingin mengembangkan kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan bisnis. Business intelligence adalah proses mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data bisnis untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan kinerja organisasi. Jenjang karir business intelligence dapat bervariasi tergantung pada industri, perusahaan, dan peran yang diambil oleh profesional. Namun, secara umum, ada beberapa tahapan yang dapat diikuti oleh profesional yang ingin berkarir di bidang ini.

Tahap pertama adalah menjadi business intelligence analyst. Peran ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti database, sistem informasi, laporan keuangan, survei pelanggan, dan media sosial. Data ini kemudian diolah dan dianalisis menggunakan alat-alat seperti Excel, SQL, Tableau, Power BI, dan lainnya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menghasilkan laporan, dashboard, visualisasi data, dan insight yang dapat membantu manajemen dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Tahap kedua adalah menjadi business intelligence developer. Peran ini bertanggung jawab untuk merancang, membangun, menguji, dan memelihara solusi business intelligence yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis. Solusi ini dapat berupa aplikasi, sistem, database, warehouse, atau cloud yang dapat menyimpan, mengintegrasikan, dan menyediakan data bisnis secara efisien dan aman. Business intelligence developer harus memiliki kemampuan pemrograman, seperti Python, R, Java, C#, dan lainnya, serta menguasai konsep-konsep seperti data modeling, ETL (extract, transform, load), OLAP (online analytical processing), dan data mining.

Tahap ketiga adalah menjadi business intelligence manager. Peran ini bertanggung jawab untuk mengelola tim business intelligence yang terdiri dari analyst dan developer. Business intelligence manager harus memiliki kemampuan manajerial, komunikasi, dan kepemimpinan yang baik untuk dapat mengkoordinasikan timnya dalam menyediakan solusi business intelligence yang berkualitas dan sesuai dengan tujuan bisnis. Business intelligence manager juga harus dapat berkolaborasi dengan departemen-departemen lain dalam organisasi, seperti IT, marketing, finance, sales, dan lainnya, untuk memastikan bahwa solusi business intelligence dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Tahap keempat adalah menjadi business intelligence director atau chief data officer. Peran ini bertanggung jawab untuk menentukan strategi dan visi business intelligence untuk organisasi secara keseluruhan. Business intelligence director atau chief data officer harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang bisnis dan industri tempat mereka bekerja, serta tren dan perkembangan terkini di bidang data dan teknologi. Mereka harus dapat menetapkan standar kualitas, keamanan, dan tata kelola data untuk organisasi mereka, serta mengawasi implementasi dan evaluasi solusi business intelligence yang telah dibuat oleh timnya. Mereka juga harus dapat berkomunikasi dengan para eksekutif dan pemimpin organisasi lainnya untuk menyampaikan nilai dan dampak dari business intelligence bagi organisasi.

Jenjang karir business intelligence adalah sebuah perjalanan yang menarik dan menantang bagi para profesional yang ingin terus belajar dan berkembang di bidang data dan teknologi. Dengan memiliki kemampuan analisis data yang kuat, kreativitas dalam menyajikan data secara menarik, serta visi strategis dalam mengoptimalkan data untuk meningkatkan kinerja bisnis, profesional business intelligence dapat menjadi aset berharga bagi organisasi mereka.

Yang Harus Kalian Ketahui Business Intelligence

Sebelum menjadi Business Intelligence, Anda perlu mengetahui beberapa hal di bawah ini :

  1. Terus Mengasah Keterampilan: Karena BI adalah bidang yang terus berkembang, penting untuk terus memperbarui dan meningkatkan keterampilan Anda dengan mengikuti perkembangan teknologi dan tren industri terbaru.
  2. Fleksibilitas dalam Pekerjaan: Seorang profesional BI mungkin perlu bekerja dengan berbagai tim dan departemen dalam organisasi, sehingga fleksibilitas dalam bekerja dengan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda sangatlah penting.
  3. Keterlibatan dalam Proyek Berskala Besar: Dalam beberapa kasus, seorang profesional BI akan terlibat dalam proyek besar yang melibatkan integrasi data dari berbagai sumber, sehingga kemampuan manajemen proyek dan koordinasi yang baik sangatlah penting.
  4. Peran Sebagai Penasihat: Sebagai seorang profesional BI, Anda akan berperan sebagai penasihat bagi pemangku kepentingan bisnis. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kepercayaan dan hubungan kerja yang baik dengan mereka.

Profesi Lainnya

pegawai negeri sipil

Pegawai Negeri Daerah

Pegawai Negeri Daerah (PND) adalah seseorang yang bekerja untuk pemerintah daerah dalam suatu negara. Mereka merupakan bagian dari aparatur sipil negara (ASN) dan bertanggung jawab

Read More »
sales hotel

Sales Hotel

Pekerjaan Sales Hotel adalah posisi yang bertanggung jawab untuk menggali peluang bisnis dan mengoptimalkan penjualan dalam industri perhotelan. Sales Hotel bekerja sama dengan tim penjualan

Read More »
profesi motivator

Motivator

Motivator adalah individu yang memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain agar mencapai potensi terbaik mereka. Mereka menggunakan berbagai teknik dan strategi untuk merangsang

Read More »
profesi penyiar

Penyiar

Profesi penyiar merupakan salah satu bidang pekerjaan yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan audiens secara langsung melalui media penyiaran seperti radio, televisi, atau platform digital.

Read More »
profesi pengacara

Pengacara

Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, pengacara adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang wilayah kerjanya

Read More »
profesi aktifis

Aktivis

Pekerjaan sebagai aktivis melibatkan berbagai tugas dan tanggung jawab yang bertujuan untuk mencapai perubahan sosial yang positif. Seorang aktivis adalah individu yang terlibat secara aktif

Read More »