mployee logo
strength

Cara Membuat Analisis SWOT Diri Sendiri

Cara Membuat Analisis SWOT Diri Sendiri – Analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat atau yang biasa disingkat menjadi SWOT merupakan teknik yang dipergunakan untuk mengidentifikasi diri atau sesuatu. Pengimplementasian teknik ini dapat digunakan untuk menganalisis diri sendiri atau masalah. Nantinya, hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menentukan solusi yang dapat meningkatkan kondisi sebelumnya atau menyelesaikan masalah.

Membuat analisis SWOT diri sendiri umum diperlukan demi perkembangan pribadi. Baik untuk kepentingan pribadi maupun profesionalitas kerja. Dalam segi lingkungan kerja, upaya mengembangkan pribadi penting untuk meningkatkan kualitas diri demi pekerjaan. Oleh sebab itu, analisis SWOT umum dilakukan atas kesadaran pribadi yang bersangkutan.

Hal tersebut menjadikan analisis SWOT ini tidak hanya ditujukan pada orang yang sedang melamar pekerjaan, tetapi juga mereka yang ingin meningkatkan kualitas diri mereka demi profesionalitas kerja. Sebab mereka pasti ingin mendapatkan posisi, gaji, dan keuntungan lain yang diharapkan, dan itu bukan hal yang mudah. Sehingga setiap orang dapat menggunakan analisis SWOT untuk itu.

Pengertian SWOT

Berdasarkan keperluan yang telah dijelaskan di atas, SWOT dapat diartikan sebagai sebuah kerangka analisis yang dapat membantu perusahaan atau individu untuk mengatasi kendala, masalah, dan tantangan yang sedang dihadapi. Analisis SWOT memberikan petunjuk yang dapat membantu menemukan solusi. Sebab SWOT menunjukkan faktor internal dan eksternal dari mengidentifikais masing-masing kategori.

Menganalisis diri sendiri sebenarnya sudah merupakan hal yang kompleks untuk dilakukan. Namun teknik ini memberikan dampak yang signifikan dalam mengembangkan pribadi. Sebab analisis SWOT dapat membantu memahami diri sendiri hingga menjadi salah satu langkah untuk menemukan arah karir dan hidup.

Komponen-komponen dalam SWOT

Pertama, identifikasi masing-masing komponen dalam SWOT. Identifikasi dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan masing-masing komponen. Berikut keempat komponen dalam SWOT yang dimaksud.

Strength (Kekuatan)

Membuat daftar kekuatan atau kelebihan diri sendiri dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan mood. Sehingga mempermudah mengerjakan komponen-komponen lainnya dan mengembangkan diri karena dimulai dengan pemikiran yang positif. Itulah sebabnya komponen kekuatan ini dikerjakan di awal.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dijawab untuk mengidentifikasi kekuatan diri sendiri tersebut.

  • Kualifikasi apa yang kamu punya dan bisa membuatmu terkesan berbeda? (keterampilan, latar belakang pendidikan, jejaring)
  • Keterampilan apa yang kamu miliki dan membuat dirimu berbeda dari yang lain?
  • Apa saja proyek yang pernah kamu kerjakan dan apakah semuanya berhasil?
  • Apa yang kamu miliki?
  • Hubungan personal atau jejaring apa yang kamu miliki tapi tidak dimiliki orang lain?
  • Apa yang kamu yakini tapi tidak diyakini orang lain?
  • Pencapaian apa yang paling membuatmu bangga akan dirimu sendiri?
  • Apa saja kelebihanmu di mata orang lain? (pertanyaan ini dapat dijawab oleh atasan atau rekan kerja yang kamu percaya dapat memberi jawaban terbaik)

Weakness (Kelemahan)

Sebelum mengidentifikasi kelemahan diri, sebaiknya hilangkan pola piker yang menganggap kelemahan diri sebagai kekurangan yang dikasihani. Sebab kelebihan dan kelemahan diri tetap harus ada dan saling menyeimbangkan. Sehingga membuat daftar kelemahan atau kekurangan diri sendiri mampu mengidentifikasi bagian mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dijawab untuk mengidentifikasi kelemahan diri sendiri tersebut.

  • Apa kebiasaan burukmu yang menghambat produktivitasmu?
  • Apakah keterampilan yang kamu butuhkan untuk meningkatkan kehidupanmu masih kurang?
  • Apakah kamu percaya diri akan pencapaianmu dalam bidang pendidikan dan professional?
  • Seberapa baik kamu ketika dihadapkan pada kegiatan yang bersifat kelompok?
  • Apakah kemampuan berkomunikasimu sudah baik?
  • Pekerjaan apa yang biasanya kamu hindari karena kamu kurang merasa percaya diri?
  • Apakah kamu sudah merasa cukup dengan pendidikan dan pelatihan yang didapat?
  • Apa saja kekuranganmu di mata orang lain? (pertanyaan ini dapat dijawab oleh atasan atau rekan kerja yang kamu percaya dapat memberi jawaban terbaik)

Opportunity (Peluang)

Peluang merupakan komponen yang penting dalam analisis SWOT ini. Ketika mempertimbangkan keputusan, biasanya didasarkan pada kesempatan apa yang paling realistis, mudah dicapai, sulit dicapai, dan yang diharapkan. Sedangkan peluang sendiri dapat berupa berbagai jenis dan datang dari mana saja.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dijawab untuk mengidentifikasi kesempatan atau peluang tersebut. Pertanyaan-pertanyaan dalam komponen peluang ini akan lebih tepat apabila dibuat lebih spesifik sesuai kepentingan masing-masing. Namun di bawah ini adalah beberapa pertanyaan tentang peluang yang berlaku secara umum.

  • Adakah perkembangan dalam bidang yang kamu sedang tekuni cocok denganmu?
  • Apakah ada proyek baru yang kamu harapkan bisa bergabung dengan mereka?
  • Adakah orang dalam lingkunganmu yang dapat membantu menggapai tujuanmu?
  • Apakah kamu bisa menciptakan peluang dengan menawarkan solusi dari masalah?

Threat (Tantangan)

Tantangan muncul agar bisa keluar dari zona nyaman sehingga meningkatkan kapabilitas diri. Bisa dipahami memikirkan tantangan bukan bagian yang menyenangkan. Jika dikembalikan ke fungsi analisis SWOT, komponen tantangan ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi diri sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas diri.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dijawab untuk mengidentifiki tantangan tersebut.

  • Apa saja halangan yang sedang kamu hadapi di tempat kerja?
  • Apakah perkembangan teknologi mengancam posisimu karena kesulitan untuk selalu bisa beradaptasi dengan teknologi baru?
  • Apakah menurutmu kelemahan yang sudah disebutkan tadi bisa mengarah ke tantangan?
  • Apakah kamu sedang berkompetisi dengan rekan kerjamu untuk sebuah posisi atau proyek?
  • Apakah pekerjaanmu mengalami perubahan?

Cara membuat analisis SWOT diri sendiri

1. Kapan analisis SWOT dilakukan?

Analisis SWOT dapat dilakukan kapan pun ketika dibutuhkan. Beberapa kondisi dapat mendorong analisis SWOT menjadi teknik yang direkomendasikan. Contohnya pada fase perubahan karir. Misalnya dari lulus sekolah menuju melamar kerja, pindah kerja, promosi naik jabatan, dan sejenisnya.

Analisis SWOT sangat membantu mengidentifikasi keterampilan yang diperlukan untuk mengamankan peluang yang diharapkan. Dengan begitu, akan cenderung bisa memulai karir di tempat kerja baru dengan sikap yang positif, menyenangkan, dan berkesan.

Dalam contoh melakukan analisis SWOT saat fase promosi jabatan misalnya. Komponen tantangan akan sangat berguna untuk tujuan ini. Sebab kamu dapat menilai bagaimana dirimu terhadap kandidat lain dan menjelaskan apa saja halangan yang muncul dari upayamu dalam mencapai tujuan tersebut.

Contoh lainnya yaitu ketika mempersiapkan diri sebelum wawancara kerja. Saat wawancara kerja, umum ditanyakan soal kelebihan diri. Melalui analisis SWOT, upaya identifikasi ini menjadi lebih terstruktur.

2. Bagaimana caranya memulai analisis SWOT?

a. Membaca karakteristik masing-masing komponen SWOT yang dapat diketahui dari penjelasan di atas.

b. Tentukan tujuan yang ingin dicapai dari analisis SWOT. Contoh: analisis SWOT manajer periklanan. Menetapkan tujuan yang spesifik membantu kefokusan dalam melakukan analisis SWOT ini. Sehingga tidak berbelok-belok kemana-mana yang tidak sesuai dengan tujuan awal.

c. Siapkan pertanyaan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Apabila daftar pertanyaan yang sudah disebutkan di masing-masing komponen di atas sudah cukup mewakili tujuan yang ingin dicapai, maka yang perlu dilakukan adalah menjawab pertanyaan tersebut.

d. Jika dirasa analisis lebih mudah tanpa memerlukan panduan seperti di atas, maka bisa langsung mengisi masing-masing komponen.

e. Jika membutuhkan pertanyaan yang lebih spesifik dan sesuai, ubah dan sesuaikan saja pertanyaan yang ada di atas sesuai keperluan.

f. Jawab masing-masing komponen. Mulai dari kelebihan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Buat jawaban per poin sebab akan menjadi lebih mudah dipahami pada akhirnya.

g. Untuk lebih memudahkan proses identifikasi masing-masing komponen, gunakan template analisis SWOT seperti di bawah ini. Unduh template di bawah ini dan isi hasil identifikasi di kolom yang berwarna putih. Kamu juga dapat membuatnya sendiri di kertas dan mengisi hasil identifikasi di bawah masing-masing komponen.

template analisis SWOT

h. Setelah berhasil mengidentifikasi masing-masing komponen, langkah selanjutnya adalah menentukan apa yang bisa dilakukan dari hasil analisis SWOT tersebut. Sebab usai mendata semua poin dalam masing-masing komponen, fungsi analisis SWOT sudah tercapai.

i. Akhirnya, tinggal bagaimana kamu menindaklanjuti hasil analisis SWOT tersebut. Pada poin ini, selanjutnya dikembalikan pada keputusanmu sendiri.

14 keuntungan analisis SWOT

  • Membantu dalam mengembangkan strategi-strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
  • Ketika tujuan terjadi, maka muncul rasa bangga. Baik dalam hal menjadi lebih baik dari versi diri yang sebelumnya, kenaikan gaji, kenaikan posisi, dan lain sebagainya.
  • Menunjukkan letak posisi saat ini sehingga mengetahui apa saja yang diperlukan untuk berhasil menggapai kesuksesan yang diharapkan.
  • Mengukur ruang lingkup yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Meningkatkan kesejahteraan karir, hidup, dan pribadi.
  • Membantu memahami diri sendiri dengan mengidentifikasi diri dari segi internal dan eksternal.
  • Analisis SWOT bekerja untuk memaksimalkan kekuatan atau kelebihan dan memperbaiki kelemahan diri.
  • Mengeksplorasi dan memperkuat soft skill dan hard skill.
  • Membantu memahami preferensi dan kepribadian serta kebiasaan diri sendiri.
  • Dapat memfokuskan diri pada perilaku, kemampuan, keterampilan, kapabilitas, dan kapasitas.
  • Memaksimalkan peluang dengan cara terlebih dahulu mengidentifikasi peluang sehingga nanti tahu apa yang harus dilakukan untuk memaksimalkan peluang tersebut.
  • Membantu mengidentifikasi kompetensi diri.
  • Membantu mempersiapkan hal-hal yang berguna dalam penyusunan rencana strategis.
  • Membantu mengetahui masa lalu, sekarang, dan masa depan berdasarkan data dan hasil identifikasi yang terjadi di masa lalu. Kemudian memanfaatkannya untuk merencanakan masa depan secara lebih efektif.

4 batasan analisis SWOT

Berbagai manfaat analisis SWOT telah dijelaskan seperti di atas. Seperti kerangka berpikir lainnya, analisis SWOT juga memiliki batasan. Lima batasan analisis SWOT adalah sebagai berikut.

  • Jika analisis SWOT berfungsi untuk mengidentifikasi isu apa saja yang muncul, maka analisis SWOT diketahui tidak memprioritaskan satu isu tertentu untuk diselesaikan. Sebab lebih fokus pada keseluruhan.
  • Tidak memberikan solusi atau pilihan alternatif atas isu yang teridentifikasi.
  • Dapat memunculkan banyak ide tapi tidak membantu membuat pilihan tentang keputusan mana yang terbaik.
  • Dapat menghasilkan banyak informasi, tetapi belum tentu semuanya berguna dan terpakai dengan benar dan bak.

Itulah penjelasan cara membuat analisis SWOT diri sendiri. Analisis SWOT sangat berguna dalam mengidentifikasi diri sendiri, mengetahui apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan diri, dan memahami potensi diri dari hasil mengidentifikasi tersebut.

Mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, peluang, dan tantangan tersebut akan membantu meningkatkan pemahaman akan diri sendiri dan lebih menyayangi diri sendiri. Sehingga apabila tujuan awal analisis SWOT ini dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas diri untuk kepentingan pekerjaan, tetapi juga mampu meningkatkan aspek positif dalam diri tanpa mengabaikan aspek-aspek lainnya yang juga sama pentingnya.

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email