mployee logo
pengertian tenaga kerja

5 Jenis Tenaga Kerja Beserta Hak dan Kewajibannya

5 Jenis Tenaga Kerja Beserta Hak dan Kewajibannya – Guru, pegawai pabrik, pengacara, petani, wartawan, penjual koran, pegawai negeri sipil, dan lain sebagainya termasuk dalam tenaga kerja. Masing-masing profesi memiliki cara kerja yang berbeda karena pada dasarnya tujuannya pun berbeda-beda. Masing-masing juga dapat dikategorikan sesuai jenisnya yang berbeda-beda.

Pengertian Tenaga Kerja

Sebelumnya, penting sekali untuk mengetahui pengertian tenaga kerja menurut beberapa sumber. Pertama, pengertian tenaga kerja menurut Mulyadi (2003) dalam bukunya berjudul “Ekonomi Sumber Daya Manusia”. Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15-64 tahun) dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga kerja mereka dan jika mereka bersedia berpartisipasi dalam aktifitas tersebut.

Kedua, pengertian tenaga kerja juga sudah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Kemudian orang itu akan mendapatkan upah usai melaksanakan tugasnya.

Berdasarkan keduanya, dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja adalah orang yang menggunakan tenaganya baik fisik dan nonfisik untuk menghasilkan produk berupa barang atau jasa sesuai bidang yang dikerjakannya dan mendapatkan upah dari hasil kerjanya.   

5 Jenis Tenaga Kerja

1. Tenaga kerja berdasarkan sifat

Jenis tenaga kerja berdasarkan sifat dibagi menjadi dua.

a. Tenaga kerja jasmani

Jenis tenaga kerja jasmani dominan mengandalkan tenaga badan atau fisik dalam melaksanakan tugasnya. Jumlah orang yang bisa diserap untuk bekerja di jenis tugas yang sama bisa sangat banyak. Kondisi tersebut membuatnya menjadi salah satu jenis tenaga kerja yang umum di berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Contohnya dapat dilihat di perkebunan teh pada masa panen, mandor membutuhkan banyak petani agar bisa mengumpulkan hasil panen dengan cepat. Diketahui umumnya satu mandor membawahi banyak petani. Semakin banyak petani yang bekerja, semakin cepat hasil panen terkumpul. Akhirnya semakin cepat target terpenuhi. Sebab kunci dari adanya jenis tenaga kerja jasmani adalah semakin banyak tenaga yang bekerja, mampu mempercepat pekerjaan untuk segera memenuhi target.

b. Tenaga kerja rohani

Jenis tenaga kerja rohani dominan mengandalkan nonfisik dalam mengerjakan tugasnya. Daya serap jumlah orang yang bekerja di jenis tenaga kerja ini tidak sebanyak jenis jasmani. Namun kebutuhan akan orang dengan jenis tenaga kerja ini tetap terus meningkat seiring berkembangnya zaman.

Hal yang membedakan jenis rohani dengan jasmani adalah rohani membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik agar tugas-tugasnya terlaksana dengan benar. Komunikasi ke sesama rekan kerja, ke atasan, atau ke bawahan. Biarpun terkesan dikerjakan secara individu, jenis ini justru menuntut komunikasi yang baik antara pekerja satu dengan lainnya agar tujuan tugas tercapai.

Adapun hubungan tenaga kerja jasmani dan rohani adalah saling membutuhkan. Dalam satu lingkungan kerja, biasanya membutuhkan tenaga yang bisa mengatur strategi dan pada bidang tersebut tenaga kerja rohani dimaksimalkan. Kemudian tenaga kerja jasmani dikerahkan untuk mewujudkan capaian yang diharapkan melalui tugas-tugas teknis. Keduanya sama-sama dibutuhkan dalam satu instansi dengan kuota jumlah per jenis yang berbeda bergantung pada kebutuhan instansi.

2. Tenaga kerja berdasarkan kemampuan

Ada empat jenis tenaga kerja berdasarkan kemampuan.

a. Tenaga kerja belum terdidik

Tenaga kerja jenis ini adalah orang-orang bekerja tanpa mempertimbangkan riwayat pada pendidikan tinggi ataupun membutuhkan lisensi untuk persyaratan penerimaan. Mereka pun memungkinkan untuk diterima meskipun pengalaman kerja pada bidang yang dilamar masih kosong. Bisa dibilang mereka baru dilatih setelah diterima bekerja. Umumnya mereka menerima upah yang rendah.

Contoh: pemetik daun teh, pembersih lantai gedung

b. Tenaga kerja semi terlatih

Tenaga kerja jenis ini umumnya sudah memiliki keterampilan yang cukup untuk bidangnya. Riwayat pendidikan pada jenis ini juga tidak terlalu dibutuhkan asalkan sudah memiliki pengalaman di bidang yang dikerjakan. Kecenderungannya, tenaga kerja jenis semi terlatih ini merupakan orang-orang yang sebelumnya berada pada posisi tenaga kerja belum terdidik. Ketika mereka sudah memiliki cukup pengalaman, memutuskan pindah kerja, mereka sudah memiliki bekal pengetahuan dari tempat kerja sebelumnya.

Contoh: pencuci piring, penggosok lantai yang menggunakan alat elektrik, pemotong rumput

c. Tenaga kerja terlatih

Tenaga kerja ini hampir memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tenaga kerja jenis semi terlatih. Perbedaannya terletak pada instrumen yang dioperasikan pada tenaga kerja terlatih jauh lebih kompleks daripada yang semi terlatih.

Pengalaman seseorang dalam mengoperasikan mesin yang lebih kompleks, jam terbang di tempat kerja sebelumnya menjadi pembeda dan membuatnya dikategorikan sebagai tenaga kerja terlatih. Jenis ini juga tidak perlu pengawasan seketat dua jenis tenaga kerja sebelumnya.

Contoh: tukang kayu, juru ketik, chef, pembuat perkakas

d. Tenaga kerja profesional atau terdidik

Jenis tenaga kerja profesional adalah orang-orang yang membutuhkan riwayat pendidikan tinggi, sertifikasi, atau lisensi untuk bisa bekerja di bidang yang dilamar. Mereka adalah tenaga kerja yang direkrut berdasarkan riwayat pendidikan dan kemampuan manajerialnya. Hal ini menjadikan mereka cenderung menerima upah tertinggi di antara jenis tenaga kerja berdasarkan kemampuan lainnya.

Contoh: dokter, peneliti, pengacara, eksekutif perusahaan

3. Tenaga kerja berdasarkan jenis pekerjaan

Ada tiga jenis tenaga kerja berdasarkan jenis pekerjaan.

a. Tenaga kerja lapangan

Tenaga kerja lapangan merupakan orang yang tempat kerjanya di lingkungan terbuka. Misalnya orang yang bekerja di bagian pemasaran. Contoh lainnya adalah orang yang bekerja di bagian pemasangan sambungan internet yang membuatnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain sesuai jadwal yang sudah diatur oleh atasannya. Kemudian contoh selanjutnya yang umum pada masa sekarang ini adalah kurir barang.

b. Tenaga kerja pabrik

Tenaga kerja pabrik merupakan orang yang bekerja di pabrik produksi. Jenis tenaga kerja pabrik ini berdiri sendiri karena jumlahnya yang besar di Indonesia. Berdasarkan “Analisis Perkembangan Industri Indonesia” tahun 2020 edisi pertama yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian, diketahui seperti grafik di bawah ini.

Kelima bidang industri yang ada dalam grafik di atas diketahui mengalami pertumbuhan pada tahun 2019. Meskipun pada tahun 2017-2018 mengalami naik turun, jumlah mereka tetap banyak. Hal ini dikarenakan Indonesia masih termasuk dalam 15 besar negara manufaktur.

c. Tenaga kerja kantor

Tenaga kerja kantor merupakan orang yang bekerja di dalam kantor sebuah instansi. Pada masa sekarang, sudah umum bagi mereka bekerja menggunakan komputer atau laptop. Mengingat kedua instrumen tersebut memiliki banyak fungsi dan bisa disesuaikan dengan bidang yang dikerjakan, jenis tenaga kerja kantor ini sering diidentikkan menggunakan laptop atau komputer dalam kantor.

Contohnya adalah orang yang bekerja di bidang administrasi, bagian keuangan, akunting, dan lain sebagainya.

4. Tenaga kerja berdasarkan hubungannya dengan produk

Ada dua jenis tenaga kerja berdasarkan hubungannya dengan produk.

a. Tenaga kerja langsung

Jenis ini dapat diartikan sebagai orang yang bekerja pada bidangnya berkaitan langsung dengan obyek kerjanya. Umumnya mereka terlibat dapat proses produksi barang atau produk. Misalnya pegawai pabrik yang bekerja untuk memproduksi sepatu.

b. Tenaga kerja tidak langsung

Jenis ini dapat diartikan sebagai orang yang pekerjaannya tidak harus terlibat dalam produksi barang tempatnya bekerja. Umumnya fungsi kerjanya adalah sebagai pengawas. Sehingga mereka tidak terlibat dalam produksi barang, tetapi mengawasi proses produksinya. Misalnya adalah manajer atau pengawas

5. Tenaga kerja berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan

Ada tiga jenis tenaga kerja berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan.

a. Tenaga kerja bagian produksi

Orang yang bekerja di bagian produksi adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses pembuatan barang atau produk dari perusahaan atau pabrik. Umumnya mereka adalah buruh pabrik atau perusahaan yang bekerja di bagian produksi.

b. Tenaga kerja bagian pemasaran

Setelah melalui proses produksi, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah memasarkan produk. Tugas ini dilakukan oleh tenaga kerja bagian pemasaran. Mereka adalah yang mendapatkan tugas untuk mendistribusikan barang dan memastikan barang sampai pada target yang diharapkan.

c. Tenaga kerja bagian umum dan administrasi

Bentuk sederhana pada tenaga kerja jenis ini adalah adanya orang yang bekerja sebagai bendahara dan sekretaris. Semakin besar instansi, semakin banyak posisi yang dibutuhkan. Tugas orang yang bekerja di jenis tenaga kerja ini berhubungan dengan urusan surat, HRD, keuangan, resepsionis, dan sebagainya.

Pentingnya Tenaga Kerja

Setelah mengetahui berbagai jenis tenaga kerja, sekarang kita menjadi tahu bahwa tenaga kerja merupakan salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional. Mereka tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau keluarganya, tetapi mereka memiliki peran yang besar dalam skala nasional. Oleh sebab itu, kita juga perlu mengetahui pentingnya peran mereka.

1. Peran tenaga kerja bagi pembangunan ekonomi nasional

a. Tenaga kerja yang berkualitas mampu mendorong negara untuk bersaing dengan negara-negara maju lainnya

b. Semakin maju pembangunan negara, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan baru sehingga dapat meresap banyak tenaga kerja

c. Pertumbuhan tenaga kerja terdidik dan terlatih dapat mendorong pembangunan ekonomi nasional

2. Peran tenaga kerja bagi pertumbuhan individu tersebut

a. Setiap individu pasti ingin bisa bertahan hidup. Tidak dapat dipungkiri bahwa cara untuk bisa bertahan hidup adalah dengan bekerja

b. Banyak pula individu yang sudah menyadari bakat dan minatnya sejak awal. Ketika mereka memahami apa yang mereka inginkan, mereka cenderung akan lebih bersemangat dalam upaya meningkatkan kualitasnya profesinya

Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja

Tenaga kerja sudah diatur oleh negara melalui perundang-undangan dan sudah dilindung secara hukum. Tidak hanya itu, keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja juga sudah diregulasi. Hanya saja barangkali masih banyak yang belum sadar akan hal ini. Berikut hak dan kewajiban tenaga kerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

  1. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja
  2. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan
  3. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
  4. Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
  5. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan

Itulah penjelasan tentang pengertian, jenis, dan hak serta kewajiban sebagai tenaga kerja. Harapannya adalah tidak hanya negara fokus mendorong pembangunan ekonomi nasional, tetapi juga kesejahteraan warga negaranya. Begitu pula harapan warga negara agar tidak hanya fokus bekerja, tetapi juga menyadari bahwa penting juga untuk memperhatikan kesejahteraan dirinya.

Baca Juga: Contoh-contoh Tagline Perusahaan Besar

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email