mployee logo
contoh hard skills

Pengertian Hard Skill, Contoh, dan Cara Mengembangkannya

Pengertian Hard Skill, Contoh, dan Cara Mengembangkannya – Menulis, membaca, berhitung, sudah menjadi kemampuan dasar yang diajarkan sejak masih kecil. Cara yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dasar tersebut adalah melalui latihan secara rutin dan bertahap. Hingga akhirnya memiliki keterampilan tingkat lanjut yang lebih spesifik. Kemudian validasi dari keterampilan tersebut adalah berupa sertifikat. Sehingga sertifikat itu yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.

Kurang lebih seperti itulah alur umum proses mengembangkan hard skill untuk melamar pekerjaan. Menariknya, upaya mengembangkan hard skill dilakukan secara bertahap dan cenderung terstruktur untuk akhirnya mendapatkan sertifikat atau validasi tersebut. Selengkapnya, simak penjelasan berikut ini yang menjelaskan tentang hard skill, contoh, dan cara mengembangkannya.

Pengertian Hard Skill

Hard skill adalah pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dipelajari oleh seseorang melalui jalur pendidikan dan pelatihan yang dipilih. Tujuan mengembangkan hard skill ini umumnya adalah agar seseorang bisa berkarir di bidang yang mereka kehendaki setelah melalui proses pembelajaran.

Keterampilan ini juga bisa disebut sebagai keterampilan teknis. Sebab seseorang perlu melalui proses pembelajaran dengan mempelajari dan meningkatkan kemampuan teknisnya untuk meningkatkan hard skill.

Bentuk awal atau dasar pembelajaran dilakukan melalui jalur akademik yaitu sekolah. Dari sinilah awal hard skill tersebut mulai dikembangkan. Tidak heran hard skill bisa diasosiasikan dengan program studi, jurusan, atau bidang karir yang ditempuh melalui jalur pendidikan formal.

Secara umum, kompetensi hard skill terdiri dari:

  1. Keterampilan berhitung
  2. Literasi
  3. Menguasai bahasa asing
  4. Kemampuan teknis yang spesifik
  5. Mengoperasikan mesin
  6. Membuat spreadsheet
  7. Mengendarai kendaraan
  8. Mengetik dengan cepat
  9. Mengobati luka

Kompetensi ini masih bisa diperluas. Mengingat salah satu karakteristik hard skill adalah dapat dipelajari. Selain pendidikan formal, juga bisa melalui kursus, pelatihan, dan di tempat kerja. Oleh karenanya, jenis kompetensi hard skill juga terus berkembang sesuai kebutuhan lapangan kerja.  

Karakteristik hard skill lainnya adalah kemampuan yang bisa diukur, bisa diamati, dan bisa dinilai secara kuantitas. Bisa diukur dan diamati dapat diartikan sebagai kompetensi hard skill seseorang dapat dilihat dari sertifikat yang dimiliki, gelar, pengalaman magang dan kerja. Kompetensi itulah yang kemudian dicantumkan dalam Curriculum Vitae (CV) untuk melamar kerja.

Pentingnya Hard Skill

Hard skill sangat penting karena kompetensi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi hasil pekerjaan pegawai. Ketika hasil ini meningkat, maka rasa puas pegawai atas pekerjaannya juga meningkat. Selain itu, tentu saja bisa mengangkat kualitas instansi tempat bekerja.

Hard skill juga penting untuk dicantumkan dengan baik dalam CV. Rekruter akan membaca lalu menilai potensi kandidat melalui hard skill yang telah dicantumkan. Biasanya hard skill yang dibutuhkan rekruter terletak pada bagian persyaratan melamar kerja. Oleh karena itu, pada bagian tersebut perlu maksimal dalam mendeskripsikan hard skill yang dikuasai.

Contoh Hard Skill dan Cara Mengembangkannya

Tahukah kalian bahwa hard skill yang dicari oleh rekruter bisa berkembang dan berubah seiring berjalannya waktu? Salah satu faktornya adalah kebutuhan. Hard skill yang satu dekade lalu paling dibutuhkan bisa tidak lagi dibutuhkan pada masa sekarang. Tetapi bisa juga masih dibutuhkan dengan syarat kompetensi yang lebih spesifik.

Maka berikut 24 daftar hard skill yang dibutuhkan untuk CV di tahun 2021.

  1. Copywriting
  2. Smart contract development
  3. Analisis statistik dan penggalian data
  4. Ahli kasir; kemampuan matematika, perilaku, komunikasi, manajemen waktu, dapat diandalkan, penyelesaian masalah, menghadapi pelanggan, organisasional, pemahaman tentang produk
  5. HTML/CSS/Javascript
  6. Membuat video
  7. Mengambil dan menyesuaikan foto
  8. User interface design
  9. Bahasa
  10. Media sosial
  11. Desain grafis
  12. Manajemen proyek
  13. Computer troubleshooting
  14. Akuntansi dan keuangan
  15. Bisnis dan analisis data
  16. Merawat pasien
  17. Ekonomi makro dan mikro
  18. Perbaikan server
  19. Jasa otomotif
  20. Pemasaran (SEO/SEM)
  21. Komputasi berbasis internet
  22. Manajemen database dan software
  23. Teknik elektronik
  24. Teknik sipil

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, implementasi hard skill beragam. Hard skill dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang-bidang yang berbeda. Berikut contoh-contoh hard skill berdasarkan bidangnya yang bisa kalian pelajari untuk dicantumkan dalam CV.

1.  Teknologi komputer

Tidak bisa dipungkiri penggunaan komputer dalam lingkungan kerja pada abad 21 ini bukan lagi umum tetapi juga wajib. Memasukkan pendidikan komputer ke dalam kurikulum pendidikan juga sudah berlangsung sejak lebih dari satu dekade lalu. Akhirnya saat ini pun meningkat jumlah pekerjaan yang membutuhkan kandidat dengan kemampuan mengoperasikan software dan programming.

Berikut hard skill yang biasanya dibutuhkan oleh rekruter pada bidang teknologi komputer.

  1. Microsoft office suite dan google drive suite
  2. Media sosial
  3. Pivot tables
  4. Aplikasi manajemen proyek tim
  5. Zoom
  6. Mempelajari mesin
  7. Memproses bahasa alami
  8. Blockchain
  9. Programmer
  10. HTML, Javascript, CSS
  11. Swift, Pythin, Perl, XML
  12. SAS, MySQL, Apache

2.  Kapabilitas dalam berkomunikasi

Contoh hard skill komunikasi juga masuk dalam soft skill. Sebagaimana contoh soft skill komunikasi juga sangat penting. Komunikasi dalam soft skill diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan menumbuhkan rasa peka terhadap lawan bicara. Sedangkan komunikasi dalam hard skill adalah kemampuan teknis apa saja yang diperlukan untuk memudahkan komunikasi.

Berikut kompetensi hard skill yang perlu dipenuhi pada aspek komunikasi.

  1. Bahasa asing
  2. Komunikasi digital
  3. Copywriting
  4. Presentasi

3.  Analisis data

Menguasai kemampuan menganalisis data tidak mudah. Pegawai yang cekatan dalam menganalisis data akan menghemat waktu, uang, dan tenaga instansi tempatna bekerja sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan dalam penggunaan waktu yang efisien. Oleh karenanya, pegawai yang memiliki kemampuan ini cenderung bernilai tinggi di berbagai jenis instansi.

Berikut contoh hard skill yang perlu dipenuhi pada aspek analisis data.

  1. Penggalian data
  2. Presentasi data
  3. Memanajemen sumber data
  4. Rekayasa data
  5. Memanajemen basis data
  6. Berbagai penggunaan data untuk dieksplorasi atau kemampuan membuat keputusan
  7. Kemampuan untuk melaporkan
  8. Kemampuan untuk mendiagnosa atau mengidentifikasi

4.  Sertifikasi dan lisensi

Mencantumkan sertifikat atau lisensi dalam CV dengan benar sama pentingnya dengan poin contoh hard skill lainnya. Menyertakan sertifikat atau lisensi dalam CV sangat penting untuk menunjukkan bahwa kandidat terbukti menguasai bidang yang dimaksud. Pastikan untuk menyertakan sertifikat yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Semakin spesifik dan dekat dengan bidang pekerjaan, semakin besar kemungkinan untuk diterima.

Berikut beberapa contoh dan cara meningkatkan hard skill yang berkaitan dengan sertifikat.

  1. Mempelajari aplikasi untuk sistem manajemen seperti Canvas, Blackboard, dan Eagle
  2. Mempelajari sistem manajemen data seperti Colleague
  3. Lisensi yang berkaitan dengan bidang kesehatan
  4. Sertifikat, penghargaan, lencana, dan surat pernyataan keterampilan

5.  Pemasaran

Pemasaran adalah keterampilan dalam meyakinkan calon pelanggan untuk membeli produk perusahaan atau jasa akan selalu menjadi keterampilan yang tidak ternilai bagi rekruter. Bagaimanapun juga, aktivitas pemasaran yang berhasil berkaitan langsung dengan peningkatan pendapatan perusahaan.

Berikut contoh hard skill yang berkaitan dengan pemasaran.

  1. Search Engine Optimization (SEO)
  2. Search Engine Marketing (SEM)
  3. Manajemen kampanye pemasaran
  4. Google analytics dan google search console
  5. Content Management Systems (CMS) seperti WordPress
  6. A/B testing
  7. Ahrefs, SEMrush, PageOptimizer Pro
  8. PPC
  9. MailChimp

6.  Manajemen proyek

Manajemen proyek merupakan hard skill yang hampir selalu dibutuhkan di berbagai industri. Mulai dari bidang teknologi informasi, kesehatan, sampai konstruksi. Semakin besar perusahaan, melibatkan lebih banyak orang, semakin besar risiko pekerjaan, semakin besar peran orang yang kompeten di bidang manajemen proyek. Oleh karena hard skill ini dinilai penting oleh rekruter.

Berikut contoh hard skill yang perlu dikembangkan berkaitan dengan manajemen proyek.

  1. Menggunakan metode yang bisa lincah seperti Scrum
  2. Bisa menggunakan software seperti Trello dan Zoho
  3. Sertifikasi PMP
  4. Bisa memanajemen risiko
  5. Bisa membuat perencanaan strategis
  6. Bisa memanajemen siklus proyek
  7. Bisa mengatur anggaran dengan baik

7.  Desain

Keterampilan mendesain pada masa ini secara teknis dominan berpusat pada penggunaan software. Hard skill ini dapat diartikan lebih spesifik dibanding aspek hard skill yang sebelumnya telah disebutkan tentang komputer yang sudah menjadi instrumen wajib dalam dunia kerja. Sebab penggunaan komputer saat ini beragam dan software yang bisa membantu pekerjaan juga semakin banyak.

Meskipun keberadaan software dimaksudkan untuk mempermudah pekerjaan, tetapi setiap orang yang ingin bekerja pada bidang tertentu suatu saat akan mendapat tuntutan untuk bisa menggunakan software dikarenakan faktor perubahan zaman. Walaupun begitu, keterampilan ini tentu sangat bisa dipelajari.  

Berikut contoh hard skill untuk dipelajari yang berkaitan dengan desain.

  1. Desain User Interface (UI)
  2. Desain User Experience (UX)
  3. Adobe Creative Suite (Photoshop, InDesign, dan lain-lain)
  4. Software desain seperti Figma dan Sketch
  5. Software desain produk digital seperti InVision dan Zeppelin
  6. Software untuk menciptakan video seperti Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, dan Corel
  7. Tipografi
  8. Desain cetak
  9. Ilustrasi
  10. Mempelajari komposisi foto
  11. Mempelajari koreksi warna pada foto

8.  Komputasi berbasis internet

Semakin banyak tempat kerja yang memaksimalkan fungsi komputasi berbasis internet demi kenyamanan dan keamanan data tanpa perlu mengkhawatirkan kapasitas penyimpanan fisik yang terbatas. Pada saat ini, orang yang memilii keterampilan dalam mengelola bidang ini sangat dibutuhkan.

Berikut contoh hard skill yang diperlukan untuk mengembangkan aspek komputasi berbasis internet.

  1. Cloud architecture
  2. Bisa memanajemen penyimpanan dan data
  3. Komunikasi jaringan
  4. Menguasai teknologi cloud middleware
  5. Menguasai aplikasi ‘cloud’ seperti JSON, Rest, dan RPC

9.  Menulis

Mulai dari menulis artikel untuk blog hingga menyusun presentasi untuk klien, kemampuan menulis yang baik merupakan hard skill penting yang benar-benar dibutuhkan oleh semua industri. Hanya karena semua bisa menulis, bukan berarti seketika bisa menulis dengan baik sesuai tujuan. Penting untuk terus menulis demi mengasah kemampuan menulis agar semakin baik.

Berikut contoh hard skill yang bisa dipelajari untuk meningkatkan kemampuan menulis.

  1. Email atau surel
  2. Copywriting
  3. Copyediting seperti memperhatikan tata bahasa, alur, sintaksis, ejaan, dan tanda baca
  4. Bisa memanajemen konten
  5. Grant writing
  6. Kemampuan bercerita
  7. Membuat storyboard
  8. Membuat pers rilis
  9. Membuat laporan
  10. Membuat presentasi formal
  11. Jurnalistik investigasi
  12. SEO copywriting

10. Mobile dan Web Developer

Sekitar 6.000 aplikasi seluler dirilis setiap hari, kebutuhan akan pengembang seluler dan web terus tumbuh. Kebutuhan ini hanya bisa dipenuhi oleh orang-orang yang memang menguasai bidang tersebut.

Berikut contoh hard skill yang dapat dipelajari untuk meningkatkan aspek tersebut.

  1. Web Developer (Front End / Back End / Full Stack)
  2. Software revision control systems
  3. Pengembangan android
  4. Pengembangan iOS
  5. Web architecture dan development framework
  6. Menguasai aplikasi angular dan node
  7. Swift, C#, Java, Objective-C

11. Struktur dan keamanan jaringan

Perusahaan dan instansi harus menjaga data mereka agar tidak sampai bocor, dicuri, baik terjadi secara sengaja maupun tidak. Kebocoran dan pencurian data bisa merugikan perusahaan dengan besar. Orang yang profesional dalam bidang teknologi informasi adalah yang paling tepat dalam bidang ini. Pekerjaan ini juga merupakan salah satu pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan oleh rekruter.

Berikut contoh hard skill yang perlu dipelajari untuk mengembangkan aspek struktur dan keamanan jaringan.

  1. Algoritma enkripsi
  2. Sistem autentikasi
  3. Penilaian risiko
  4. Cryptography
  5. Host-based firewalls dan virtual firewalls
  6. Mampu menangani kecelakaan dengan baik
  7. Menguasai software untuk mengawasi jaringan
  8. Menguasai software untuk melindungi dari virus

Itulah pengertian hard skill, berbagai contoh, dan cara mengembangkannya.

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email